Recent Posts

    Mantan Pengedar Narkoba dari Osakis Menjadi Penginjil Dunia

    Chris Mikkelson

    Tumbuh di Osakis, Chris Mikkelson, 34, tidak pernah bermimpi suatu hari menjadi seorang penginjil.

    Meskipun dia menghadiri sebuah gereja pedesaan kecil dan tahu tentang iman Kristen, Mikkelson mengatakan dia tidak pernah sepenuhnya mengabdikan hidupnya untuk Yesus sampai suatu hari.

    Sebaliknya, selama tahun terakhir sekolah menengah, dia mulai minum-minum dan menghadiri pesta. Itu dengan cepat meningkat di tahun-tahun kuliahnya, baik di hari kerja maupun akhir pekan.

    "Di salah satu pesta itulah seseorang memperkenalkan saya pada narkoba," kata Mikkelson.



    Sebelum dia menyadarinya, dia menggunakan ganja setiap hari. Setelah menyelesaikan mata pelajaran umumnya di Fergus Falls Community College di Fergus Falls, ia mengikuti program penegakan hukum di Alexandria Technical College di Alexandria.

    Di sanalah dia mulai menjual mariyuana dan kadang-kadang, obat-obatan jenis lain juga. Tapi tidak butuh waktu lama hingga semua itu berakhir.

    "Saya keluar setelah tahun pertama karena saya adalah pengedar narkoba. Saya tidak ingin menjadi munafik untuk bersekolah di sekolah penegakan hukum dan kemudian menjual narkoba," kata Mikkelson.

    Beberapa tahun kemudian, ketika Mikkelson pindah ke Kota Kembar, dia bertemu dengan istrinya, Amanda.

    Beberapa bulan setelah hubungan mereka, Amanda merasakan perubahan dalam hidup mereka dan bertanya kepada Mikkelson apakah dia akan pergi ke gereja bersamanya.

    "Dia tidak berpikir bahwa saya ingin pergi ke gereja dengannya karena dia tidak memahami latar belakang saya. Saya tidak membagikannya dengan orang lain. Saya adalah pria yang kasar dan tangguh yang terlibat perkelahian dan mengedarkan narkoba," katanya.

    Baca juga: Kenapa Jutaan Muslim Memenuhi Jalan Untuk Mendengar Tentang Yesus, Tepat Di Jantung Radikal Islam



    Adalah sebuah undangan oleh pendeta pada hari Minggu itu yang membuat keduanya kembali ke gereja. Namun, mereka pergi ke kebaktian yang salah.

    "Itu untuk orang tua yang anak remajanya menjalani cara hidup kami, menjadi pecandu narkoba dan alkohol," kata Mikkelson.

    Tapi itulah yang memulai perjalanan mereka menuju Tuhan. Dua bulan kemudian, Mikkelson mengatakan dia memiliki momen kesadaran bahwa dia perlu mengubah cara hidupnya dan berbalik kepada Tuhan.

    "Saya tidak tahu apa artinya semua itu, tapi saya tahu saya harus melakukannya. Saya telah berjalan bertahun-tahun dari Tuhan karena saya tidak ingin berpaling dari dosa saya. Saya mencintai dosa saya dan tidak ingin berhenti," katanya.

    Satu hal yang disadari Mikkelson sejak awal adalah bahwa meskipun dia dengan sepenuh hati percaya bahwa Tuhan telah membebaskannya, namun kembali kepada dia untuk membuat pilihan yang tepat.

    Kira-kira setahun kemudian mereka mendaftar di Christ for the Nations Institute di Dallas, Texas.

    Baca juga: Misionaris Berkhotbah di Pasar Tradisional Uganda, Puluhan Muslim Terima Yesus (Video) 



    "Saya hanya ingin berbagi tentang Yesus dan memiliki hasrat yang besar untuk dapat mengkomunikasikan Injil kepada orang-orang. Tapi saya belum tentu tahu caranya," kata Mikkelson.

    Terlibat dalam penginjilan jalanan, Mikkelson membuat sistem tiga poin berdasarkan tiga pertanyaan.

    "Pertanyaannya adalah: ‘Apa yang Anda ketahui tentang Yesus? Dapatkah saya membagikan kepada Anda apa yang saya ketahui tentang Yesus? Apakah Anda ingin menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat Anda?” ungkapnya.

    Pada satu titik, penginjil terkenal di dunia, Reinhard Bonnke, mengunjungi institut tersebut dan Mikkelson bahkan lebih terinspirasi untuk mengejar penginjilan.

    "Saya mendengar tentang apa yang Reinhard lakukan di Afrika dan bagaimana jutaan orang datang kepada Kristus. Saya berdoa dan meminta Tuhan untuk menunjukkan kepada saya apa yang dia ingin saya lakukan," kata Mikkelson.

    Dia juga pernah membaca di sebuah buku bahwa lebih baik membayangkan seorang penginjil yang mapan untuk belajar dari mereka sebelum meluncurkan pelayanannya sendiri. Dengan begitu banyak kesalahan bisa dihindari.

    Melalui serangkaian acara yang digambarkan Mikkelson sebagai Tuhan yang memberi jalan baginya, dia akhirnya menjadi asisten pribadi Daniel Kolenda, yang menginjili bersama Bonnke.

    Itu adalah sesuatu yang sebelumnya dianggap Mikkelson hampir mustahil, karena di matanya dia hanyalah seorang anak kota kecil yang sederhana. Bonnke dan Kolenda adalah penginjil terkenal.

    Baca juga: Pendeta Ini Selamatkan 300 Warga Korut Melalui 'Kereta Api Bawah Tanah'



    Setelah membayangi Bonnke dan Kolenda selama tiga tahun, Mikkelson dan Amanda meluncurkan pelayanan mereka sendiri, "Chris Mikkelson Evangelistic Ministries." Hari ini, dia dan istrinya melakukan perjalanan ke seluruh dunia untuk membagikan Injil.

    Ini sering membawa mereka ke beberapa wilayah paling gelap di mana agama Kristen adalah minoritas, seperti Asia Selatan, India, Pakistan, Sri Lanka, dan Nepal. Terkadang itu bisa sangat berbahaya.

    "Ini semua tentang mengenal Yesus, mencintai Dia dan membuat Dia dikenal," kata Mikkelson.

    (Sumber: hometownsource.com)

    1 Komentar untuk "Mantan Pengedar Narkoba dari Osakis Menjadi Penginjil Dunia"

    Iklan Atas Artikel


    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel