Recent Posts

    Kesaksian Muslimah Berhijab Bertemu TUHAN YESUS: "Saya Percaya Saya Diselamatkan"

    Kesaksian Ibu Nellinda bertemu Yesus

    Seorang mantan muslimah yang bernama Nellinda menceritakan bahwa dia telah bertemu dengan Tuhan Yesus secara pribadi.

    Pada awalnya Ibu Nellinda tidak percaya akan Yesus, sebagai seorang Muslimah yang taat, Ibu Nellinda menjalani semua kewajiban agamanya dengan sangat baik. Hal tersebut membuat banyak orang tidak percaya ketika Ibu Nellinda memilih mengikuti Yesus dan menjadi murtad. (Tonton video kesaksian Ibu Nellinda di bawah)



    Meski banyak pertentangan, akan tetapi Ibu Nellinda memilih tetap mengimani Yesus, karena beliau percaya hidup manusia ada di tangan Tuhan dan Tuhanlah yang mengatur hidup manusia, bukan manusia yang menentukan. Dan, yang terpenting, ibu Nellinda percaya akan keselamatan di dalam Yesus. "Saya percaya saya diselamatkan, karena saya percaya pada Yesus Kristus," kata Ibu Nellinda.

    Perjalanan iman ibu Nellinda diawali dengan persahabatan beliau dengan Ibu Ayu yang berasal dari Bali dan beragama Katolik. Pada saat itu, Ibu Ayu sedang mengalami pergumulan dan meminta Ibu Nellinda untuk mengantarkannya ke teman ibu Nellinda yang bernama dr. Irawan, seorang pendoa di Temanggung. Seketika Ibu Nellinda menghubungi temannya tersebut dan membuat janji temu. 

    Keesokan harinya, sesuai dengan janji temunya, Ibu Nellinda mengantarkan Ibu Ayu ke Temanggung. Sebelum sampai di kediaman dr.Irawan, Ibu Nellinda menyempatkan diri untuk sholat Azar, karena kewajiban agamanya. Sesampainya di kediaman dr.Irawan, Ibu Ayu sharing dengan dr.Irawan dan istri. Setelah beberapa saat, dr.Irawan mengajak istrinya untuk mendoakan ibu Ayu. Saat itu Ibu Nellinda duduk terpisah dari mereka, dan melihat dr. Irawan beserta istrinya menumpangkan tangan di kepala Ibu Ayu untuk mendoakan. Dalam hati ibu Nellinda bergumam "Oh, begini cara orang Kristen berdoa."

    Sejenak kemudian tanpa disangka Ibu Nellinda tiba-tiba ada suara yang berbisik di hati Ibu Nellinda “Orang berdoa kok kamu menteleng?”. Saat itu, Ibu Nellinda merasa malu dan menutup matanya saja, tetapi tidak ikut berdoa bersama teman-temannya. 

    Ketika Ibu Nellinda menutup matanya tersebut, dia merasa ada seseorang yang menumpangkan tangan di atas kepalanya juga. Beliau seketika berpikir "Mengapa dr.Irawan dan istrinya ikut mendoakan saya? Ngapain orang kristen ini sih?" 

    Di kala berpikir seperti itu, Ibu Nellinda memicingkan matanya untuk melihat kaki sosok yang memegang kepala ibu Nellinda, dan ternyata Ibu Nellinda tidak melihat kaki dr Irawan serta istri, Ibu Nellinda melihat sebuah jubah putih yang berkilau. Terbersit pikiran "Jin siapa sih ini? Siang-siang bolong kok ada jin seperti ini?"


    Didorong rasa penasaran, akhirnya Ibu Nellinda menegadahkan muka dan membuka matanya. Disitulah ibu Nellinda melihat dengan jelas wajah dari sosok yang memegang kepala Ibu Nellinda, seketika ibu Nellinda merasa tubuhnya lemas seperti tidak bertulang yang membuat beliau terjatuh dari sofa. Sosok yang dilihat oleh Ibu Nellinda adalah Yesus Kristus. Wajahnya seperti yang ibu Nellinda kenal saat beliau masih kecil, wajah tersebut sangatlah tidak asing bagi Ibu Nellinda. Dan Yesuslah yang selalu datang selama 4 tahun berturut turut dalam tidur ibu Nellinda, akan tetapi Ibu Nellinda selalu melakukan penolakan karena menganggap mimpi adalah sebuah bunga tidur sehingga beliau tidak mempercayaiNya. 

    Akan tetapi, hari itu, hari ketika Ibu Ayu didoakan, Ibu Nellinda sekali lagi didatangi Yesus. Melihat dengan mata kepala sendiri serta tidak berdaya, Ibu Nellinda merasa menjadi manusia biasa yang tidak punya kuasa apapun juga. Saat itu juga beliau menangis dan berkata "Oke, saya kembali menjadi anakMu. Jadikan aku alatMu". Saat itu, Ibu Nellinda tidak mengerti mengapa beliau berkata seperti itu. 

    Sekarang, beliau baru menyadari bahwa saat itu Roh Kudus yang mengajarinya untuk berkata seperti itu. Dan yang menegur Ibu Nellinda ketika melihat dr Irawan beserta Istri mendoakan Bu Ayu juga Roh Kudus. Memahami itu, saat ini Ibu Nellinda semakin mencintai Yesus. 

    Pergumulan Ibu Nellinda sebelum beliau dijamah sangatlah berat. Pada saat ibu Nellinda bercerai tahun 2010, dalam proses perceraiannya Ibu Nellinda dijamah Tuhan sehinnga beliau bisa mengimani Yesus kembali. Anak Ibu Nellinda 3 orang, kesemuanya muslim yang taat. Sebelum banyak orang berhijab seperti saat ini, Ibu Nellinda beserta anak-anaknya sudah berhijab. 

    Setelah Ibu Nellinda menyatakan imannya sebagai pengikut Yesus yang setia, terjadilah perpecahan dalam rumah tangganya, anak-anak beliau tidak bisa menerima keputusan tersebut. Bahkan anak pertamanya menangis berhari-hari dan mungkin sampai saat ini anaknya tetap menangisinya. 

    "Ibu, kalau ibu murtad seperti ini, kelak kalau ibu meninggal saya tidak bisa mendoakan ibu, saya tidak bisa yasinkan ibu karena kita sudah berbeda keyakinan". Ibu Nellinda seketika menjawab "Tidak usah kamu khawatir, tidak usah kamu tangisi ibu, karena ada orang lain, saudara-saudara seiman ibu yang akan mengurusi ibu. Jangan khawatir" 


    Tapi tetap anak ibu Nellinda menangis dalam setiap doanya dan dalam setiap sujudnya. Bukanlah sebuah hal yang mudah bagi seorang ibu melihat anaknya menangis. Bahkan setiap malam, ibu Nellinda selalu berdoa “Tuhan, selamatkan anak cucu saya. Selamatkan mereka, Tuhan. Jangan Kau biarkan mereka terjatuh dalam jurang kekelaman. Tuhan selamatkan mereka, aku percaya jika Engkau menyelamatkan aku maka Engkau juga akan menyelamatkan anak cucuku karena Engkau sudah materaikan mereka dengan kuasa darahMu, Tuhan. Jangan biarkan mereka tersesat, Tuhan”. 

    Itulah satu pergumulan yang berat untuk Ibu Nellinda, karena Ibu Nellinda bisa mendoakan orang lain tapi darah dagingnya sendiri tidak bisa. Dulu Ibu Nellinda selalu memegang teguh keimanannya dan menolak ketika ada teman yang meng- Injili beliau maupun keluarganya. Beliau berpegang teguh pada satu ayat dan beliau sangat mempercayai itu. Beliau yakin agama yang beliau anut adalah agama yang benar dan menganggap betapa bodohnya orang Kristen karena percaya dengan Yesus yang manusia biasa. Hal lainnya adalah Ibu Nellinda menganggap Alkitab sudah dirubah, sesuai dengan perkataan Ustadznya. Beliau bukan orang yang percaya kepada Yesus, karena beliau berpegang pada satu ayat pendek dalam Alqur’an bahwa Allah itu Esa, Allah itu satu, dan tidak diperanakkan. Dari situlah Ibu Nellinda menganggap orang kristen bodoh karena Yesus dianggap Tuhan. 

    Hal tersebut terbukti dengan matinya Yesus di kayu Salib, mengapa Yesus tidak melepaskan diri dari kayu salib kalau memang Dia Tuhan? Ibu Nellinda tidak percaya akan Yesus, akan tetapi pada hari itu Ibu Nellinda takluk di bawah kaki Yesus. Ibu Nellinda percaya bahwa Yesus mempunyai kuasa atas kehidupannya, Allah yang penuh Kuasa. Dia yang mengendalikan kehidupan ibu Nellinda, bukan Tuhan yang lain. Banyak hal yang dialami Ibu Nellinda, dan Ibu Nellinda mengalami Yesus menjadi suatu hal yang luar biasa dalam kehidupannya. Dalam Yesus, Ibu Nellinda mengalami mukjizat hanya dalam Nama Yesus.

    Ketika Ibu Nellinda memutuskan beriman kepada Yesus, Ibu Nellinda memasuki gereja pada hari minggu. Dengan masih berhijab Ibu Nellinda masuk ke gereja. Akan tetapi tidak ada satupun yang mengintimidasi bahkan mempertanyakan adanya sosok berhijab masuk ke gereja.  Di dalam gereja, Ibu Nellinda berlutut dan berdoa “ Tuhan aku datang, aku mencari Engkau “. Beliau melakukan hal tersebut selama kurang lebih setahun, sampai suatu waktu kakaknya dari Papua datang dan melihatnya masih memakai hijab saat berangkat kerja. Seketika kakaknya bertanya "Kamu sudah menjadi seorang Kristen, mengapa kamu masih berhijab?". 

    "Tidak mudah untuk melepas ini karena akan membuat orang terkejut “ Jawab Ibu Nellinda. Seketika kakak dari Ibu Nellinda berkata “ Kalau kau tidak mau mengakui Yesus dihadapan manusia, Yesus juga akan menyangkal engkau di hadapan Bapa"


    Ibu Nellinda seketika terkejut mendegar ucapan kakaknya. Beliau mengingat akan adanya ayat dalam Alkitab yang menyebutkan hal tersebut. “Aku tahu kamu bertahun tahun menggunakan itu dan bertahun tahun semua orang tahu kamu seorang muslim. Kamu berdoa meminta kekuatan dari Roh Kudus untuk menguatkan kamu dalam mengambil keputusan “. 

    Selama 2 – 3 bulan Ibu Nellinda bergumul dalam doa untuk diberikan kekuatan dan keberanian menyatakan kebenaran dan akhirnya Ibu Nellinda berani melepaskan hijabnya. Sesudah melepaskan hijabnya, banyak sekali relasi ibu Nellinda yang terkejut. “Lho, kok tidak berhijab?” Ujar mereka. Dan, Ibu Nellinda hanya bisa menjawab “Maaf, saya sudah sekian tahun menjadi pengikut Yesus, saya sudah menjadi seorang Kristen”. Banyak diantara mereka menimpali “ Aduh, sayang banget. Sayang banget, ibu melepaskan iman ibu. Ibu khan tahu, jika ibu murtad seperti ini akan kemana jalan dan arahnya. Neraka jahanam lho, bu “. Dan Ibu Nellinda menjawab “Tidak, tidak ada yang perlu disayangkan, karena aku menemukan Allah yang benar, Allah yang hidup dan berkuasa atas kehidupan saya. Dan dengan darahNya yang kudus Dia sudah memateraikan aku dan aku tidak akan masuk neraka jahanam. Surga tempatku “ Beberapa diantara mereka sampai menangis memohon agar ibu Nellinda kembali. Ibu Nellinda pun ikut menangis dan meminta maaf. “aku tahu kamu sayang aku, tapi maaf kalau kamu meminta aku untuk kembali lagi aku hanya bisa meminta maaf”. 

    Ibu Nellinda sudah mengalami Tuhan, Dia nyata dan terlihat oleh mata ibu Nellinda sendiri. Ibu Nellinda mengalami Dia. 

    Pertentangan tetap terjadi di tengah keluarga ibu Nellinda, akan tetapi ibu Nellinda ingin membuktikan bahwa hidupnya jauh lebih baik. Hidupnya jauh penuh dengan damai dan suka cita dalam kondisi apapun dibandingkan kehidupannya yang dulu. Bahkan dulu, Ibu Nellinda sempat ingin bunuh diri sebanyak 2 kali, akan tetapi Tuhan menyelamatkannya. Saat ekonomi ibu Nellinda jatuh pun, Tuhan turut membantunya. Tuhan selalu datang membantu dalam setiap kesusahan Ibu Nellinda, sehingga beliau berani bersaksi bahwa beliau banyak mengalami Tuhan, mungkin dibandingkan orang yang terlahir menjadi Kristen sampai tua tetap Kristen, beliau lebih banyak mengalami Tuhan. 
    Bahkan disaat pandemi corona seperti saat ini, Ibu Nellinda tidak merasa stress, meski pekerjaan tidak berjalan seperti seharusnya, tapi ibu Nellinda tetap bersuka cita dan merasa damai. Hal tersebut dikarenakan adanya roh kudus ada di dalam ibu Nellinda.

    Ibu Nellinda bukan seorang Muslim yang hanya berdasarkan KTP saja dan tidak perlu masyarakat memurtadkan atau menghina apa yang diyakini oleh Ibu Nellinda saat ini, karena hak untuk memilih agama adalah hak pribadi, sehingga tidak perlu menghujat. Juga tidak perlu membesar besarkan jika ada orang Kristen menjadi mualaf karena tanpa perlu membesar-besarkan lebih banyak muslim yang berpindah keyakinan ke Kristen karena mengalami Tuhan. Mereka merasakan jamahan Tuhan, merasakan bagaimana Tuhan Yesus menolong mereka.

    Indonesia adalah negara Bhinekka Tunggal Ika, milik bersama, bukan milik agama tertentu. Sehingga tidak perlu mengkafirkan maupun menghujat. Dan Ibu Nellinda selalu mendoakan agar damai sejahtera dan sukacita dalam Yesus ada selalu untuk umat agama lain, karena dalam Yohanes 14 : 6 “Aku lah jalan kebenaran dan hidup, tidak ada seorangpun datang kepada Bapa tanpa melalui Aku“. Tidak mungkin manusia menghadap Allah tanpa titian, dan titian itu adalah Yesus. Penghubung antara manusia dan Allah, karena manusia sudah jatuh dalam dosa sehingga membutuhkan penghubung. Kita adalah pendosa dan Allah adalah Kudus, sehingga membutuhkan jembatan. Jembatan itu adalah Yesus. 


    Di dalam Yesus, segala persoalan akan dituntaskan, diberikan jalan. Hal ini bukan berarti menjadi pengikut Yesus tidak akan mempunyai masalah. Akan tetapi, menjadi pengikut Kristus akan lebih banyak masalah yang akan menerpa, tetapi kita akan pegang firman Tuhan “Aku akan menyertai Engkau hingga akhir jaman“.

    Disinilah Ibu Nellinda merasakan kebesaran kuasa Yesus dan meminta semua orang yang sedang ragu mengambil keputusan untuk mengikuti Yesus sang Jalan kebenaran tidak boleh takut, karena Yesus akan selalu menyertai dalam masalah yang sesulit apapun. Ibu Nellinda juga percaya bahwa Tuhan akan punya cara untuk menyelamatkan anak cucunya, karena Yesus sudah memateraikan Ibu Nellinda dengan darahNya dan anak cucunya pun akan diselamatkan.

    Tonton video kesaksian Ibu Nellinda di bawah ini:



    (Sumber: YouTube MariBersaksi)

    Belum ada Komentar untuk "Kesaksian Muslimah Berhijab Bertemu TUHAN YESUS: "Saya Percaya Saya Diselamatkan""

    Posting Komentar

    Iklan Atas Artikel


    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel