Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Anak Pendeta Kecanduan Narkoba, Hingga 'Pesta' Narkoba di Penjara, 'Ditangkap' Kembali oleh Tuhan


Daniel Wagania mulai memakai ganja karena kehidupan rumah yang tidak baik. Ia seperti memiliki kehidupan sendiri, dan dunia sendiri saat memakai ganja. Sudah dua tahun sejak ia lulus SMA, ia tidak kunjung mencari pekerjaan. Ia menganggap beban yang ia pikul karena ayahnya seorang pendeta adalah sangat berat. 

Awalnya Daniel hanyalah pemakain, namun memasuki tahun ketiga ia menganggur ia pun memilih untuk menjadi pengedar. Daniel menjual ganja kepada teman-temannya, kepada anak sekolahan, supir angkutan, dsb. Setiap untung yang digunakan ia gunakan untuk membeli narkoba jenis lain, sabu-sabu.


Yang membuat sedih adalah, karena kedua orangtua Daniel mengetahui apa yang ia lakukan namun sudah tidak dapat menegurnya. Ayahnya seringkali mengajak Daniel untuk ikut pelayanan, namun selalu ditolak oleh Daniel. Tidak hanya ganja dan sabu, Daniel dan teman-temannya pun seringkali kumpul dan mabuk-mabukan.

Suatu hari saat Daniel sedang berkumpul bersama temannya di gang samping rumah, mereka ditangkap oleh polisi karena sudah adanya kecurigaan dari jauh hari. Di tempat kejadian pun ditemukan dua linting ganja yang bisa dijadikan barang bukti. Ibu Daniel yang mendengar suara ribut-ribut dari dalam rumah langsung keluar dan mendatangi anaknya. Daniel tetap dibawa ke kantor polisi, dan sang ibu memberikan kabar tersebut kepada ayahnya. Ayahnya hanya bisa menangis merasakan kegagalan sebagai orang tua. 

"Pas diinterogasi, ditanya 'kerjaan orang tua?' saya jawab 'pendeta' saya dibikin malu di sana. Polisi itu bilang 'saya bikin malu dan susah keluarga karena pakai barang haram' di ruang kaca tempat interogasi itu saya cuma bisa doa, nyebut nama Tuhan Yesus walaupun dicemooh polisi, dan saya janji, kalau saya bisa keluar hari ini juga, saya tobat."

Ayah Daniel tidak mau menjenguk Daniel, hanya ibunya yang datang. Selama di tahanan Daniel selalu mendapatkan siksaan dari narapidana lama, terjadi pemalakan dan kekerasan. Sebulan setelah ia dipenjara, adalah hari paskah. Tepat pada hari itu, ayahnya datang menjenguk Daniel. "Saya minta maaf setelah 1 bulan ga ketemu, yang papa saya jawab 'saya yang minta maaf karena saya yang salah, harusnya papa tetap ada seperti Yesus ada untuk anakNya'", itu sangat mengenai hatinya.

Setelah putusan pengadilan dua bulan kemudian, Daniel dipindahkan ke rutan Cipinang. Ia bertemu dengan salah seorang tahanan yang ternyata adalah salah satu pembeli tetapnya saat masih di luar penjara. Ironisnya, ia bahkan memberikan 'hadiah' narkoba sebagai tanda selamat datang kepada Daniel. Daniel tertarik, sudah dua bulan ia tidak memakai narkoba, dan akhirnya mendapatkan secara cuma-cuma. Di kondisinya yang sedang tidak sadar ada sebuah suara yang terdengar jelas di telinganya, "seolah-olah saya diperingati kalau Tuhan bisa buat saya mati hari kemarin-kemarin." 

Baca juga: Kesaksian Nania Idol – Muslim Keturunan Pakistan Terima Yesus Sebagai Juruselamat


Daniel melalui empat setengah tahun masa tahanan, ia menjadi seorang pelayan aktif di gereja dalam rutan. Seorang kenalan ayahnya yang melakukan pelayanan di rutan senang bisa membantunya. Beliau seringkali meninggalkan buku renungan, alkitab, untuk Daniel. Hidup Daniel kini hanya terfokus pada Tuhan saja, saat teman-teman satu selnya berpesta narkoba, ia hanya fokus pada Alkitab.

Kini Daniel sudah lulus dari salah satu Universitas di Jakarta setelah menempuh pendidikan Teologia. Dimasa kuliahnya ia aktif mengikuti organisasi yang berfokus pada pelayanan anak-anak muda, dan anak-anak jalanan. Saat masih kuliah Daniel mengambil pekerjaan sampingan sebagai driver ojek online untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hidupnya semakin berubah menjadi lebih baik karena Tuhan besertanya. Dan sekarang, Daniel sudah menjadi seorang pendeta karena kemurahan hati Tuhan.

Baca juga: Putri Pendeta Dihukum 40 Tahun Penjara Karena Narkoba, Temukan Kehidupan Baru Dalam Yesus Kristus

(Sumber: youtube | solusi)

Posting Komentar untuk "Anak Pendeta Kecanduan Narkoba, Hingga 'Pesta' Narkoba di Penjara, 'Ditangkap' Kembali oleh Tuhan"