Recent Posts

    Kisah Marcos Susanto: Dari Dukun menjadi Pengikut Yesus


    Marcos Susanto adalah mantan dukun yang mengaku pernah dikawal oleh lebih dari 40 jin. Ia mengandalkan kekuatan dari pusaka-pusaka yang dimilikinya, yang dipercaya menjadi sumber kekuatannya. Ini dimulai sejak ia sakit selama tiga hari tiga malam tanpa alasan yang jelas. Istrinya, Ina, memanggil seorang dukun. Menurut dukun itu, Marcos harus merawat roh gaib agar ada yang menjaganya. Menurut dukun itu pula, nanti roh itu akan datang sendiri dalam bentuk pusaka yang berbentuk pisau kecil yang sarungnya dari kayu cendana, gagangnya juga dari kayu cendana.

    Mungkin terdengar seperti candaan, tapi kesokan harinya, tepat jam 12 ada sebuah keris kecil di meja samping tempat tidur Marcos. Ia menghubungi teman-temannya yang berpengalaman. Mereka hanya menganjurkan untuk merawat keris itu dengan baik. Banyak pertanyaan di pikiran Marcos saat itu, yang ada didalam pusaka ini siapa? Apa sih maksud tujuannya?

    Baca juga: Kesaksian Judith Halim, Dari Petugas Kebersihan, Sekuriti Hingga Menjadi Hamba Tuhan


    Malam harinya Marcos mendapatkan sebuah mimpi, makhluk yang ada di dalam sana mengaku jika kedudukannya ada di atas segala makhluk, pangkatnya juga tinggi, memiliki pasukan 40 jin. Dan yang terpenting ia menjanjikan bisa bantu menyelesaikan penyakit, masalah apa saja saya bisa bantu, dengan syarat mengurus makhluk itu dengan baik. Makhluk itu pun mengharuskan Marcos menyiapkan apapun yang ia minta. Makhluk itu langsung meminta saji-sajian, ada air, buah-buahan, pakai kemenyan untuk menunjukkan kemampuannya.

    Penasaran, Marcos memutuskan untuk mempercayai dukun tersebut. Karena jelas terbukti, pusaka itu tiba-tiba berada di kamarnya secara ajaib. Pusaka inilah yang membawa Marcos terjun ke dunia okultisme. Kepercayaan itu tumbuh di dalam Marcos, ia taat melaksanakan berbagai ritual sesajen untuk dipersembahankan kepada mahluk gaib.

    Lambat laun, ada keluarga Marcos yang tiba-tiba mengalami masalah. Terkena guna-guna, mereka meminta bantuan dari Marcos. Iapun datang ke rumah saudaranya malam-malam, dan bertapa disana. Marcos melihat ada makhluk yang berada di sekitar keluarganya yang sakit itu. Dan dengan bantuan makhluk yang ‘mendampingi’nya ia berhasil mengusir makhluk penyebab keluarganya sakit. Dari sana lah orang-orang tahu jika Marcos memiliki ‘ilmu’. Orang-orang mulai berdatangan untuk minta bantuan, bahkan jauh-jauh sampai luar kota.

    Menurut istri, Marcos saat itu memiliki Emosi yang jauh berbeda dari sebelumnya. Anak-anaknya pun menjadi takut jika ada Marcos di rumah. Ia menjadi pribadi yang sombong dan kasar, ia merasa dirinya hebat karena ada kekuatan dalam dirinya. Dari sanalah Ina sadar jika ini semua pengaruh dari keris itu.

    Dari sana pusaka Marcos bertambah, banyak orang yang menitipkan pusaka itu padanya dengan berbagi alasan. Kebanyakan karena mengaku di setiap keris itu ada yang mendiami dan tidak mau berhubungan dengan hal seperti itu. Hampir lebih dari 20 buah keris yang ia miliki.Semakin banyak jumlahnya, sesajen dan ritualnya juga semakin banyak. Bahkan ada yang minta Marcos mendatangi makam dan bermalam di sana, pergi ke gunung-gung dan hutan-hutan, ada saja yang diminta. Rambut Marcos tidak dipotong sampai 7 tahun mengikuti keinginan makhluk di salah satu keris itu, ada yang meminta Marcos tidak memakan nasi dampai 4 tahun.


    Pada suatu hari Marcos sakit, entah sakit apa, makhluk-makhluk itupun tak dapat membantu Marcos. Ia merasa kesal, pasalnya ia bisa menyembuhkan orang tapi tidak dengan dirinya sendiri. Ia merasa sangat kecewa. Baginya apalah artinya pusaka yang dirawat bertahun-tahun tapi saat dibutuhkan tidak bisa membantu juga. Hilanglah kepercayaan Marcos pada pusaka-pusaka itu.

    Beranjak dari itu, sebuah perjalanan supranatural dialaminya ketika ia tiba-tiba rebah sesaat setelah keluar dari kamar mandi. Dengan kondisi tak sadarkan diri, ia mengakui sedang berada di suatu tempat yang ramai namun sepi. Saat ia hendak memasuki sebuah ruangan, ia tertatrik kembali dan sadar. Marcos pun terbangun dan tiba-tiba melihat sebuah salib besar di atasnya. Marcos menanyakan pengelihatannya pada istrinya, dan istrinya mengelak. Ia tidak melihat apapun yang ditunjuk Marcos.

    "Pada saat saya melihat salib, saya merasa 'Ini Tuhan ! … Ini Tuhan ! … Ini Tuhan !'. Sejak saat itu saya memutuskan saya harus bertobat. Karena yang dilakukan pusaka-pusaka itu tidak berarti bagi saya. Pada saat saya jatuh sakit, ndak sadarkan diri Tuhan memberi petunjuk bahwa ini Tuhan. Nah saya harus mencari Tuhan. Ya akhirnya saya ikut sama istri ibadah. Nah disitu saya bisa melepaskan segala pusaka itu dengan cara didoakan oleh pendeta dan oleh jemaat-jemaat yang lain. Saya didoakan sehingga dapat terlepas."

    Pusaka-pusaka itu dibakarnya, walaupun ada yang ditawar ratusan juta pun ia bakar, ia tidak mau membuka peluang orang lain menjadi seperti dirinya. Setelah dibakar, ada suatu ketika sampai selama kurang lebih 2 tahun hampir setiap minggu ia merasakan ia dicekik. Terkadang sampai pingsan, sesak nafas. Tapi ia selalu meminta tolong pada Tuhan Yesus. Dan seketika rasa cekikan itu hilang.

    Masih banyak tamu lama Marcos datang meminta bantuan. Ia menjelaskan apa yang terjadi di dalam hidupnya. "Ia, yang datang saya tawari, mau tidak saya doakan dalam nama Tuhan Yesus? Banyak yang mau, hidup saya yang berubah membuat mereka percaya, dan banyak dari mereka bertobat"

    Baca juga: Kisah Kevin: Terlepas dari Narkoba dalam Satu Malam dengan Bantuan Tuhan


    Sekarang Marcos menjadi pribadi yang merendah, bisa mengalah, bisa mengasihi. Hidupnya juga penuh dengan damai sejahtera, suka cita. Ina pun sangat bersyukur kepada Tuhan yang telah mengubah suaminya menjadi lebih baik, yang tadinya sering marah sekarang jadi sabar, bisa merendah, Ina pun menambahkan "Saya bersyukur karena Tuhan Yesus sangat baik."

    Sejak Marcos berpaling dari kuasa-kuasa kegelapan, ia berkomitmen untuk bertobat, segala pusaka yang ia miliki akhirnya dihancurkan. Perubahan yang ia alami membawanya menjadi saksi atas lawatan Tuhan dalam hidupnya. Perjalanan hidup Marcos menyadarkannya bahwa yang harus kita andalkan hanya Tuhan Yesus saja bukan hal lain.

    "Berhala itu semuanya bodoh dan dungu; petunjuk dewa itu sia-sia, karena ia hanya kayu belaka" (Yeremia 10: 8).
    (Sumber: Kesaksian.org)

    Belum ada Komentar untuk "Kisah Marcos Susanto: Dari Dukun menjadi Pengikut Yesus"

    Posting Komentar

    Iklan Atas Artikel


    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel