Recent Posts

    Kesaksian Saifudin Ibrahim Terbaru - Mantan Guru Pesantren Terbesar di Indonesia: "Hidup Ini Adalah Kesempatan untuk Bersaksi'

    Kesaksian Pdt Saifudin Ibrahim Terbaru

    Saifudin Ibrahim yang lahir dan besar dari keluarga muslim yang taat, sudah merasakan ketidaksukaannya pada orang Kristen sejak ia duduk di bangku SMP. Ia merasa benci karena menurutnya makin hari makin banyak orang islam yang pindah memeluk agama Kristen.

    Saifudin yang lahir di kota Bima, setelah lulus SMP menempuh pendidikan di SMA Muhammadiyah kota Bima yang membuatnya lebih mendalami lagi ilmu agama. Setelah lulus dari SMA, karena prestasinya Saifuddin Ibrahim mendapat beasiswa dari pimpinan pusat Muhammadiah untuk melanjutkan pendidikan di Solo dengan mengambil jurusan perbandingan agama.

    Saat melanjutkan studinya di Solo, ia tidak pernah takut mendebat orang-orang Kristen bahkan pendeta sekalipun. Dari sini ia berhasil membuat 15 orang Kristen berpindah agama menjadi Islam, bahkan sampai Pendeta pun yang ia debat menjadi murtad. Selesai kuliah ia bekerja di Jepara dan menjabat sebagai pemimpin Muhammadiyah Jepara, yang kemudian membuatnya bertemu dengan istrinya yang merupakan orang asli Jepara dan di karuniai 3 orang anak laki-laki.


    Selesai masa jabatannya sebagai pemimpin Muhammadiyah di Jepara, Saifuddin mengajar di sebuah pesantren terbesar di Indonesia. Luas lahan pesantren tersebut mencapai 1.200 hektar, dengan 11.000 murid, 3.000 karyawan, dan 800 orang guru. Tentunya sebagai guru dan sekaligus menjabat sebagai dosen agama islam, Saiffudin menjalankan kehidupan agamanya dengan baik.

    Suatu hari di tahun 2006, Saifudin mendapat 1.400 alkitab dari The Gideons, Yayasan yang memiliki program untuk membagikan alkitab ke seluruh dunia. Ini bukan kali pertama Saifudin membaca Alkitab, ia mengaku pernah membacanya saat masih kecil tapi saat itu ia menggunakannya sebagai bahan untuk menyudutkan umat Kristen.

    Tetapi ketika ia melihat Alkitab itu lagi, ia merasa tergerak hatinya. Ditambah begitu banyak peristiwa yang membuat hatinya kecewa sebagai umat muslim saat itu, sebagai contoh, menurut Saifudin politik kini sudah bercampur aduk dengan agama, adanya kekerasan oleh beberapa oknum muslim radikal, kerusuhan Mei 1998, peristiwa bom Bali, dan masih banyak lagi. Baginya ini adalah suatu kesalahan untuk tetap memeluk agama yang memperbolehkan manusia membunuh manusia lain karena berbeda agama.

    "Saya melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana mal dibakar, dihancurkan, etnis Tionghoa diperkosa, rumahnya dibakar, dokter di Lombok menjadi gila, itu membuat saya tidak suka lagi dengan keyakinan itu, dan merasa saya harus masuk Kristen" kata pria yang juga dikenal sebagai 'Abraham Ben Moses' ini.

    4 Maret 2006, Saifuddin dibaptis dan menerima Yesus. Mulai dari sana ia melayani, menginjil, dan berani mempertaruhkan jiwa, raga, apapun yang ia miliki untuk memuliakan Yesus. Namun pilihannya mengikut Yesus membuat istrinya memilih untuk berpisah dengannya. Ia pun kembali menikah dengan seorang muslim kelahiran Bangka dan dikaruniai 2 orang anak perempuan. Istrinya bersedia mengenal dan ikut Yesus seperti Saifudin, dan melakukan pelayanan dan menginjilan bersama. Ditahun-tahun pertama masa pelayanannya Saifudin menginjil di mana saja, pasar-pasar, hotel, taksi, dimanapun ia merasa orang-orang membutuhkannya.

    Baca juga: 'Saya Memilih Kristus', Kisah Ibu Sarah Ayu Istri Pendeta Saifuddin Ibrahim


    Di tahun ketiga masa pelayanannya Saifudin mendapat penglihatan jika suatu saat ia akan masuk penjara, tetapi ia tidak goyah tidak menanyakan pada Tuhan apa yang terjadi pada hidupnya, ia yakin pada rencana Tuhan. Saifudin dan istrinya mulai menulis buku dan masuk ke gereja-gereja menjelaskan teori-teori islame serta memberikan kesaksian hidup. Ia bahkan menerima jika ada umat muslim yang ingin mendebatnya asal masih santun dan tidak mengganggunya secara fisik.

    Pada 6 Desember 2017, penglihatannya menjadi kenyataan. Ia di tangkap oleh pihak berwajib karena videonya yang viral. Di video itu ia sedang menginjili seorang supir taksi yang sedang merokok dan mengajaknya ikut Kristus.

    Ia divonis 5 tahun penjara karena dianggap menistakan agama, "Undang-Undang penistaan agama ya untuk minoritas, bukan mayoritas. Sedangkan ustad-ustad yang menghina salib, sudah dilaporkan tidak juga ditangkap, sedangkan saya langsung ditangkap oleh polisi tanpa pelapor," ungkap Saifudin "Tapi saya tidak masalah, saya bersyukur boleh menderita karena Injil, karena Kristus ada dalam saya."

    Banding dan kasasi diajukan oleh Saifudin dan istrinya, dari hukuman 4 tahun penjara diturunkan menjadi 2 tahun. Setelah mengajukan pembebasan bersyarat, ia hanya menjalankan 1 tahun 4 bulan penjara. Sebelum dijatuhkan vonis oleh hakim, Saifudin diberikan kesempatan untuk membacakan pembelaannya, Saifudin mengatakan jika ia ingin adanya kebebasan beragama di Indonesia di jalankan dengan seimbang dan meniadakannya undang-undang penistaan agama karena itu tidak adil.

    Baca juga: Kesaksian Mantan Muslim Daud Ali yang Dipenjara Karena Iman: 'Saya Siap Dipakai Tuhan'


    "Selama tidak melakukan tindakan kriminalitas yang merugikan, ya seharusnya silahkan mereka bebas beragama. Tidak perlu buat Undang-Undang penistaan agama, sementara ada kitab suci yang memberi kebebasan membunuh manusia lain karena berbeda agama. Dari situ sudah bertentangan bukan?" Saifudin mempertanyakan. "Tapi sedangkan kami diperintahakan Yesus untuk 'mengasihi musuhmu dan berdoa untuk orang-orang yang menganiaya kamu'."

    Di penjara Saifudin tidak berhenti menginjil, di awal masa penahanannya ia berhasil membuat 18 orang tahanan muslim menjadi pengikut Yesus dan dibaptis di penjara. Karena perbuatannya yang dianggap tetap melakukan penistaan di penjara, iapun dipindahkan ke penjara kelas 2 Tangerang. Di penjara kelas dua itu, Saifudin juga berhasil membuat 60 orang narapidana menjadi pengikut Yesus. Karena masih di anggap mengancam, Saifudin pun diancam akan dipindahkan ke Nusakambangan. Akhirnya ia dipindahkan lagi ke penjara kelas 1 Tanggerang.

    Jika sebelumnya Saifudin hanya memberitakan injil, di penjara kelas satu ini ia mulai melatih para tahanan yang beragama Kristen dan Muslim untuk menjadi pelayan Yesus, "Saya bilang siapapun yang bertobat menerima Yesus di sini, kalian dipenjarakan bersama Yesus. Jual narkoba berani, ada yang membunuh, mencuri berani, masa nyebarin injil saja tidak berani?" Disana Saifudin melatih 120 tahanan muslim menjadi penyebar injil.

    Setelah keluar dari penjara, ia kembali mendapat panggilan dari Kemenkuham (Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia), "Saya ditanya 'nyesal tidak, dan akan ulangi tidak?' Saya jawab kalau saya akan tetap lakukan, itu emang tugas penginjil. Saya dipenjarakan tidak ada urusannya sama hukum, itu hanya akal-akalan. Seperti Ahok, hanya menggunakan 1 ayat dikenakan 2 tahun penjara. Jelas-jelas ustad dan habib menistakan Tuhan Yesus, yang bilang Tuhan lahir siapa bidannya? Ini juga sebenarnya jelas-jelas menistakan. Tapi nggak di tangkap. Kenapa saya berani bilang begitu? Agar hukum tidak berat sebelah" ungkapnya.

    Baca juga: Kesaksian Natasha Manuella, Miss Indonesia 2016: "Karena Rencana Tuhan Dalam Hidup Saya"


    Sampai saat ini Saifudin sudah tidak bisa menghitung berapa banyak orang yang telah dijamah Tuhan melalui kesaksiannya. Bagi Saifudin, 'Hidup ini adalah kesempatan untuk bersaksi.' Ia bersama istri mendirikan Yayasan Ladang Penuaian Indonesia untuk terus memberitakan injil.

    Saifudin juga berharap agar orang-orang Kristen dan saksi-saksi Kristus "jangan menipu, jangan berbohong, jangan seperti mereka yang mengaku dapat pendidikan dari sana sini, tapi memfitnah, jika banyak dari mereka yang terima Kristus karena saya bayar ratusan juta. Padahal kita tahu kalau ikut Yesus itu menderita. Terima Yesus itu gratis, melayani itu bayar harga, tapi ikut Yesus berarti bayar semuanya, bayar dengan penderitaan dan air mata dan kerja keras dengan keringat, dan sebagainya."

    "Namun semua penderitaan ini akan dibayar oleh Tuhan dengan kemuliaan yang Tuhan siapkan sesuai waktu-Nya," kata Saifuddin menutup kesaksiannya.

    Tonton video kesaksian Saifudin Ibrahim terbaru di bawah ini:



    (Sumber : Youtube | Hidup Untuk Bersaksi)

    Belum ada Komentar untuk "Kesaksian Saifudin Ibrahim Terbaru - Mantan Guru Pesantren Terbesar di Indonesia: "Hidup Ini Adalah Kesempatan untuk Bersaksi'"

    Posting Komentar

    Iklan Atas Artikel


    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel