Recent Posts

    Kesaksian Junaedi Salat Ali Topan "Anak Jalanan" Menjadi "Pelayan Tuhan"


    Apakah yang akan terlintas di pikiran Anda jika mendengar judul film "Anak Jalanan"? Film ini ditayangkan di tahun 1977 dan dibintangi oleh seorang aktor bernama Junaedi Salat. Ia adalah seorang aktor ex-muslim yang sekarang telah memeluk agama Kristen.

    Ia pada awalnya tidak percaya akan Yesus dan menganggap Yesus hanyalah seorang nabi. Namun sebuah peristiwa mengubah hidupnya dan membawanya ke jalan Yesus Kristus. Semenjak kejadian itu ia mulai berkeinginan membaca Alkitab hingga akhirnya percaya bahwa Yesus bukanlah manusia yang menjadi Tuhan melainkan Tuhan yang menjadi manusia.

    "Yesus itu Tuhan, Ia bisa menjadi apapun yang Ia inginkan. Ia datang ke dunia untuk manusia yang Dia kasihi. Dia datang menjadi sahabat manusia dan mengajari manusia menjadi berkenan di hadapan Allah." semenjak memeluk agama Kristen, begitulah pengakuan Junaedi Ali saat ditanya mengenai siapa itu Yesus.


    Awal mula menjadi Kristen

    "Masa manusia disembah, manusia dianggap Tuhan," itulah yang sering terlintas di pikiran Junaedi Ali saat sebelum mengenal Tuhan Yesus. Ia menganggap umat Kristiani begitu bodoh hingga mau menyembah seorang manusia. Namun semua itu berubah saat ia mulai menerima Yesus di dalam hidupnya. Ia menerima Tuhan Yesus pada saat ia berumur 30 tahun. Hal ini bermula saat pada suatu malam di tengah ia sedang tidur nyenyak, ia mendengar pintu rumahnya digedor-gedor dengan keras. Ia pun kaget dan terbangun serta lantas membuka pintu. Tapi ia tidak menemukan siapapun di depan pintu rumahnya. Hal itu kemudian membuatnya terheran-heran, siapa yang menggedor pintu rumahnya dini hari begini.

    Saat sedang berpikir ia pun mendengar suara yang berkata, "Carilah kebenaran, kamu akan diselamatkan." Mendengar hal tersebut ia pun merasa marah karena ia merasa benar. Ia pun memaki suara yang memanggilnya.

    Karena merasa jengkel dan tidak menemukan jawaban ia pun memilih untuk tidur kembali, namun esok harinya seruan itu terus terlintas di benaknya. Hal ini kemudian membuatnya bertanya-tanya apakah ia sudah 'benar' selama ini. Ia merasa benar secara agama maupun pekerjaannya sebagai seorang artis. Namun, suara itu tetap saja membayanginya kemanapun ia pergi.

    Kejadian itu benar-benar membuat Junaedi Ali terus terbayang dan bertanya-tanya. Karena ingin mendapatkan jawaban, ia pun mulai mencoba bertanya kepada teman-teman dari berbagai agama terkait keyakinan mereka. Pada suatu hari ia bertemu dengan seorang teman yang beragama Kristiani, temannya itu pun berkata Islam dan Kristen hampir sama. Namun karena tidak mampu menjawab semua pertanyaan Junaedi, temannya tersebut pun kemudian menyarankanya untuk membaca Alkitab.

    Mengikuti saran dari temannya, ia pun mulai membaca kisah Alkitab. Pada saat ia membaca Alkitab ia pun menemui kesamaan terkait kisah Yusuf. Pada saat ia selesai membaca kisah Yusuf ia pun merasa sedih, hal ini pun membuatnya heran dan semakin penasaran. Ia merasa belum pernah ada kitab manapun yang mampu membuatnya begitu sedih dan terharu. Ia pun kemudian melanjutkan membaca Alkitab hingga kitab injil. Ia pun mulai membaca kisah hidup Yesus Kristus. Namun ia merasa heran kenapa Yesus yang dianggap sebagai Tuhan itu masih berdoa dan mengadu kepada Allah.

    Baca juga: Kesaksian Mantan Muslim Daud Ali yang Dipenjara Karena Iman: 'Saya Siap Dipakai Tuhan'


    Alkitab dan semua kisah serta firman yang tertulis di dalamnya kemudian membuatnya semakin penasaran akan sosok Tuhan umat Kristiani. Didasari oleh rasa penasaran ia kemudian mulai mencari dan pergi ke gereja. Pertama kali ia masuk gereja ia hanya duduk dan memperhatikan orang-orang yang bergereja. Selama masuk gereja ia melihat banyak kemudahan dan rasa kasih di dalam gereja. Ia pun mulai tertarik untuk menjadi umat Kristiani namun masih takut karena khawatir akan ditolak keluarga. Ia pun memiliki kerinduan dibaptis namun tetap merasa takut.

    Pada suatu hari ia akan pergi bekerja, saat sedang mengendarai mobil ia pun bertanya di dalam hati, "Yesus Engkau itu Tuhan atau bukan? Saya bingung, saya takut menjadi Kristen namun saya ragu jika terus meneruskan agama saya yang sekarang. Yesus jika Engkau memang Tuhan yakinkan saya!"

    Setelah berkata demikian tiba-tiba ia pun mulai merasakan jamahan Tuhan hingga membuatnya menangis. Saat ia sedang menangis ia pun kembali mendengar suara Tuhan yang berkata, "Akulah Yesus Kristus Tuhan dan Juru Selamat dunia, jika engkau tidak percaya engkau akan mati."

    Mendengar hal itu, ia pun menjadi takut dan kemudian berkata bahwa ia percaya kepada Yesus.
    Setelah pengakuan tersebut ia pun merasa sangat lega, damai dan tenang, kemudian ia pun melanjutkan perjalannya ke studio untuk bekerja.

    Pada saat berada di studio musik ia pun bersaksi pada teman-teman musisinya. Hal ini membuat teman-temanya heran dan menuduhnya dimasuki jin Kristen serta memanggilnya dengan sebutan kafir.

    Respon Keluarga

    Setelah pulang dari studio rekaman, ia memanggil istrinya. Istri dari Junaedi Salat merupakan seorang yang beragama Kristen, namun Junaedi menganggap istrinya sebagai Kristen yang belum bertobat. Pada saat ia memanggil istrinya ia seperti melihat gambaran Yesus. Kepada istrinya, ia pun mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan. Setelah itu ia meminta istrinya memanggil pendeta untuk melangsungkan ibadah kebaktian di rumah mereka.

    Baca juga: 'Saya Memilih Kristus', Kisah Ibu Sarah Ayu Istri Pendeta Saifuddin Ibrahim


    Di saat keluarga Junaedi mendengar kabar bahwa ia menjadi seorang Kristiani, ia menerima penghakiman dari keluarga khususnya bapaknya. Pada saat ia dipanggil oleh keluarganya ia pun bersaksi tentang kebaikan Yesus. Hal ini kemudian menimbulkan kemarahan dari keluarga yang kemudian membuatnya diusir dan tidak dianggap anak oleh orang tuanya. Namun, meskipun diasingkan dari keluarga ia tetap bersyukur karena lewat kesaksiannya, kakak dari Junaedi beserta ketujuh anaknya bersedia menerima Yesus sebagai Juru Selamat.

    Selama tujuh tahun bapak dari Junaedi tidak berkomunikasi dengannya. Namun pada suatu hari bapaknya datang menemuinya untuk berbicara tentang agama. Ia pun menjelaskan terkait agama Kristen kepada bapaknya. Ia bersaksi kepada ayahnya tentang bagaimana Yesus ialah jalan yang lurus.

    Ia mengatakan bahwa di dalam agama sebelumnya ia selalu meminta untuk diberikan jalan yang lurus hingga pada akhirnya ia menemukan bahwa Yesus adalah jalan yang lurus itu. Mendengar kesaksian sang anak, bapaknya pun kemudian memiliki kerinduan dan bersedia menerima Agama Kristen di dalam hidupnya.

    "Yesus adalah jalan yang lurus, di luar Yesus tidak ada keselamatan" tegas Junaedi.

    Kehidupan setelah menjadi pelayan Tuhan

    Semenjak memeluk agama Kristiani, Junaedi Ali mulai memberi hidupnya menjadi pelayan Tuhan. Selama menjadi pelayan Tuhan ia pun banyak melayani di penjara dan rumah sakit. Selain menjadi pelayan Tuhan ia pun aktif menciptakan lagu rohani Kristen. Hal ini ia lakukan selama 8 tahun.

    Baca juga: Kesaksian Adjie Notonegoro Masuk Kristen Setelah Umrah


    Selama 8 hidup dalam pelayanan itu ia mengaku banyak mengalami kesulitan, namun ia memilih untuk tetap mengikut Yesus. Pada tahun ke sembilan ia pun dibawa Tuhan berkeliling dunia menjadi pelayan Tuhan. Ia bersyukur akan kehidupannya, ia bersyukur akan kebaikan dan kemurahan yang Tuhan berikan kepadanya.

    Sekarang ia mengaku fokus dalam pelayanan dan menampung orang-orang yang terbuang dari keluarganya akibat memeluk agama Kristen. Ia berpesan bahwa kita harus senantiasa bersyukur akan kehidupan yang Tuhan berikan kepada kita dan melayani Tuhan sepenuh hati kita.

    (Sumber: YouTube)

    Belum ada Komentar untuk "Kesaksian Junaedi Salat Ali Topan "Anak Jalanan" Menjadi "Pelayan Tuhan""

    Posting Komentar

    Iklan Atas Artikel


    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel