Recent Posts

    Kesaksian Fatimah Sakdiyah Mantan Islam Garis Keras Masuk Kristen: 'Yesus yang Pilih Saya'

    Kesaksian Fatimah Sakdiyah Mantan Islam Garis Keras Masuk Kristen

    Fatimah Sakdiyah adalah seorang wanita berlatar belakang muslim yang kini berubah menjadi pemeluk agama Kristen. Ia dibesarkan oleh keluarga muslim di lingkungan keluarga muslim pula. Selama hidupnya ia belum pernah mendengar dan melihat agama Kristen secara nyata. Ia diajarkan bahwa orang Kristen adalah kafir dan tidak akan mendapat tempat di surga.

    Fatimah mengenyam pendidikan hingga sekolah menengah pertama di sekolah Islam. Ia kemudian memutuskan untuk tidak melanjutkan ke jenjang sekolah menengah akhir namun memutuskan untuk merantau dan bekerja.


    Selama mengenyam Pendidikan di sekolah Islam ia merupakan seorang murid yang kritis. Ia selalu bertanya kepada gurunya terkait agama yang ia peluk.

    "Pak guru, apakah kita semua umat muslim akan masuk surga?" tanya Fatimah.

    "Belum tentu" jawab gurunya.

    "Kalau begitu hanya Muhammad saja yang akan masuk surga?" tanya Fatimah makin penasaran.

    "Itu juga belum tentu" jawab gurunya lagi.

    Mendengar hal itu ia pun mulai berpikir, jika demikian surga pasti kosong. Ia menyadari selama ini di agamanya mereka jarang membicarakan surga, yang banyak mereka bahas ialah seputar neraka saja.

    Hal itu kemudian membuat ia merasa takut sehingga ia tekun beribadah. Ia selalu berfikir hidupnya hanya seputar ia dilahirkan, dibesarkan, menikah, mati dan kemudian akan masuk neraka. Hal ini menjadi ketakutan sendiri bagi Fatimah. Meski demikian pada saat itu ia tidak pernah sekalipun menganggap bahwa agamanya buruk. Ia justru semakin penasaran dan ingin menemukan jawabannya sendiri.

    Ia pun kemudian pergi merantau untuk mencari pekerjaan dibarengi dengan niat untuk menemukan jawaban atas agama yang ia peluk. Suatu hari ia pun dibawa oleh temannya ke sebuah perkumpulan yang menurutnya paham akan agamanya. Disitu diajarkan mereka bisa masuk surga asalkan mereka berjihad, membayar sodakoh dan infak setiap bulannya.

    Baca juga: 'Saya Memilih Kristus', Kisah Ibu Sarah Ayu Istri Pendeta Saifuddin Ibrahim


    Mendengar hal ini ia seperti mendapatkan jawaban atas pertanyaanya selama ini. Tak berapa lama kemudian ia pun masuk ke sebuah organisasi yang berbasis syariat, namun tidak pernah ia sadari ternyata organisasi tersebut adalah organisasi ilegal.

    Namun selama ia berada di organisasi tersebut ia tidak merasa damai sedikitpun. Ia justru bertanya-tanya apakah semua amal baik yang ia lakukan sudah cukup membawa ia ke surga. Gaji yang ia terima setiap bulannya juga diserahkan untuk keperluan organisasi yang bertujuan menjadikan negara ini menjadi negara syariat.

    Suatu hari keluarga Fatimah beserta polisi mencarinya hingga akhirnya menemukanya di organisasi tersebut. Hal ini dilakukan karena keluarga sudah mulai merasa bahwa Fatimah sudah melenceng dari ajaran yang baik. Pihak organisasi mengancam Fatimah untuk tetap menjalankan rencana mereka dan kembali ke organisasi tersebut, jika tidak ia akan dibunuh.

    Fatimah kemudian dibawa pulang oleh keluarga dan dicoba untuk disadarkan kembali. Perlahan Fatimah pun mulai sadar akan kesalahannya namun ia tetap merasa takut atas ancaman yang ia terima. Ia pun memutuskan untuk pergi dari rumah dan mencoba meminta pertolongan kepada sebuah Yayasan. Ia pun kemudian dipindahkan ke pulau seberang jawa untuk menjamin keamanannya dari organisasi tersebut.

    Pada suatu hari setelah lama berada jauh dari keluarga, Fatimah pun memutuskan untuk kembali ke keluarganya. Ia pun pulang ke kampung halaman dan mencoba kehidupan baru. Karena berkeinginan untuk pergi ke Jakarta kembali untuk bekerja ia pun membekali dirinya dengan ilmu-ilmu supranatural. Ia kemudian berangkat ke Jakarta dan bekerja di sana.

    Baca juga: Kesaksian Mantan Muslim Daud Ali yang Dipenjara Karena Iman: 'Saya Siap Dipakai Tuhan'


    Pada suatu hari ia mendapat mimpi. Dalam mimpinya ia melihat Sosok yang memakai jubah putih yang tengah duduk menggembalakan domba-domba. Sosok itu berkata kepadanya, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku"

    Awalnya ia tidak menghiraukan mimpi tersebut dan menganggapnya hanya sebagai angin lalu. Namun keesokan harinya ia menerima mimpi yang sama, hanya saja ia melihat salib dan anak tangga pada mimpinya. Ia pun kembali mendengar suara yang berkata hal yang sama. Ia pun berpikir, salib itu ialah Tuhan orang Kristen. Hal ini kemudian membuat ia mengajak temannya untuk mencari gereja serta pendeta untuk menafsirkan mimpinya. Ia pun kemudian masuk ke dalam sebuah gereja dan menemui pendeta. Saat itu pendeta menyerahkan Alkitab dan menyuruhnya membuka kitab Yohanes 14:6.

    Yohanes 14:6 "kata Yesus kepadanya ‘Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku’"

    Hal ini kemudian membuatnya merasa terheran-heran. Sepulang dari gereja ia pun mencoba terus menyangkal mimpinya. Namun seiring berjalana waktu suara itu tetap terlintas dipikirannya. Ia mencoba tetap menjalankan ibadahnya dan melawan suara tersebut dengan ayat-ayat pada kitab agamanya. Namun semakin lama ia merasa hampa dan tertekan.

    Kemudian ia pun memutuskan untuk pergi ke gereja kembali dan belajar Alkitab lebih dalam. Saat membaca Alkibat ia merasa takjub dan merasa menemukan jawaban atas setiap pertanyaan yang ia pertanyakan di dalam agamanya. Setelah sekian lama belajar Alkitab secara rutin di gereja ia pun memutuskan untuk menerima Yesus di dalam hidupnya.

    Suatu hari saat pulang dari gereja, pendeta memintanya untuk berdoa secara khusus untuk menerima Yesus di tempat tinggal Fatimah.

    Baca juga: Kesaksian Junaedi Salat Ali Topan "Anak Jalanan" Menjadi "Pelayan Tuhan"


    Ia pun duduk dan berdoa, "Tuhan Yesus saya mau menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat saya yang hidup."

    Pada saat ia berdoa ia mulai merasa seakan melayang dan merasa seakan sesuatu terlepas dari diri nya. Ia merasa bahwa Tuhan telah menanggalkan manusia lama dari dalam dirinya.

    Setelah ia menerima Yesus ia pun mulai merasakan kedamaian dan ketenteraman di dalam hatinya. Ia pun mulai menyadari bahwa Yesus telah memilihnya menjadi kekasih Tuhan. Ia sadar bahwa bukan ia yang memilih Yesus tapi Yesuslah yang telah memilihnya. Ia merasa benar-benar damai setelah memeluk agama Kristen. Ia merasa menemukan kedamaian, jawaban dan jati dirinya di dalam Tuhan Yesus.

    Tonton video kesaksian Fatimah Sakdiyah di bawah ini:


    Baca juga: Kesaksian Adjie Notonegoro Masuk Kristen Setelah Umrah

    (Sumber: Youtube 'Tanpa Ragi')

    Belum ada Komentar untuk "Kesaksian Fatimah Sakdiyah Mantan Islam Garis Keras Masuk Kristen: 'Yesus yang Pilih Saya'"

    Posting Komentar

    Iklan Atas Artikel


    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel