Recent Posts

    Sepasang Pengantin Diculik di Gereja, 12 Orang Kristen Terbunuh Dalam Serangan oleh Penggembala Fulani


    Sekelompok Penggembala Muslim Fulani di barat laut Nigeria telah membunuh 12 orang Kristen dan menculik pasangan dari upacara pernikahan gereja mereka dalam sebuah serangan baru-baru ini, kata sumber.

    Di desa Tegina Kabata di daerah Shiroro, negara bagian Niger, para penggembala menyerang sebuah gereja tempat pernikahan berlangsung pada 12 April, menculik pasangan itu dan beberapa anggota gereja, kata penduduk daerah Danjuma Iliya kepada Morning Star News.

    "Ketika pendeta sedang memimpin upacara pernikahan, para penggembala menyerbu gereja dan membawa semua orang yang tidak dapat melarikan diri dari gedung gereja, termasuk pengantin," kata Iliya. "Di desa itu, lima orang Kristen terbunuh dalam serangkaian serangan yang dilakukan oleh para gembala."


    Sementara itu, dua orang Kristen lainnya dibunuh oleh gembala di desa Gidigori di negara bagian Niger, Distrik Kusherki, di Kabupaten Rafi, pada 20 April, kata warga daerah James Ayuba. Mereka adalah dua dari tujuh orang Kristen yang terbunuh dalam tiga serangan penggembala selama lima hari di Kabupaten Rafi, katanya.

    Lainnya terluka dalam serangan gembala di desa Madaka dan Sabon Gari di kabupaten itu pada 20-21 April, katanya.

    Penatua Gereja Diculik

    Juga di negara bagian Niger, lima misionaris yang diculik pada 2 Maret dibebaskan pada 22 April, kata sumber. Dalam sebuah pernyataan singkat pada 22 April yang tidak memberikan rincian, para pemimpin Calvary Ministries (CAPRO) menyatakan kegembiraan karena para misionaris mereka baru saja dibebaskan.

    Penatua gereja ECWA Emmanuel Iliya Agiya, bersama istrinya, diculik pada 22 April 2020, di negara bagian Kaduna, Nigeria

    "Tolong bersukacitalah dengan kami karena lima misionaris kami yang tersisa diculik di Lapangan Kamuku, negara bagian Nigeria 52 hari yang lalu sekarang dengan aman kembali ke kebebasan," kata pernyataan itu.

    Para misionaris diculik ketika para penggembala Fulani Muslim bersenjata pada 2 Maret menggerebek sebuah sekolah di Maruba, Kabupaten Shiroro, yang dijalankan oleh CAPRO.

    Baca juga: 'Ini Adalah Tempat Terburuk di Dunia': Para Pemimpin Agama AS Bertemu Dengan Para Korban Boko Haram & Penggembala Fulani


    Pengumuman itu datang pada hari yang sama bahwa seorang penatua gereja di negara bagian Kaduna, Nigeria utara-tengah telah diculik. Para penggembala Fulani bersenjata menculik Emmanuel Iliya Agiya, penatua dan bendahara dari Evangelical Church Winning All (ECWA) di desa Atang, Kabupaten Jema'a pada 22 April, kata penduduk daerah Aku Joshua Shai kepada Morning Star News melalui telepon.

    Setelah menembak ke udara untuk mengirim penduduk desa berlari ke semak-semak, para gembala masuk ke rumah Iliya malam itu dan membawanya pergi dengan todongan senjata, katanya.

    "Para gembala bersenjata pertama-tama mencoba secara paksa masuk ke rumah saudara laki-laki korban tetapi tidak berhasil," kata Shai. "Mereka kemudian pergi ke rumah berikutnya, rumah korban, menyeretnya keluar, dan kemudian membawanya pergi dengan todongan senjata."

    Iliya adalah putra pemimpin komunitas Iliya Agiya, Shai menambahkan.

    Baca juga: Wanita Hamil Tewas Dalam Serangan 'Mengerikan' Terhadap Orang-Orang Kristen Selama Lockdown Coronavirus di Nigeria


    Seruan Kepada Dunia Internasional

    Pada 30 Januari, Christian Solidarity International (CSI) mengeluarkan peringatan genosida untuk Nigeria, menyerukan kepada Anggota Tetap Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan. CSI mengeluarkan seruan sebagai tanggapan atas "gelombang kekerasan yang meningkat yang ditujukan terhadap orang-orang Kristen Nigeria dan lainnya yang diklasifikasikan sebagai 'kafir' oleh militan Islam di wilayah sabuk utara dan tengah negara itu.'"

    Nigeria berada di peringkat ke-12 pada World Watch List 2020 Open Doors dari negara-negara di mana orang-orang Kristen menderita penganiayaan terbanyak, tetapi nomor dua dalam jumlah orang Kristen yang terbunuh karena keyakinan mereka, di belakang Pakistan.

    Baca juga: Orang-Orang Kristen di Nigeria Dibantai Secara Hening

    (Sumber: Christiantoday)

    Belum ada Komentar untuk "Sepasang Pengantin Diculik di Gereja, 12 Orang Kristen Terbunuh Dalam Serangan oleh Penggembala Fulani "

    Posting Komentar

    Iklan Atas Artikel


    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel