Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Seorang Syekh di Uganda Tega Membakar Putrinya Karena Menjadi Kristen


Tidak dapat kembali ke rumahnya di Uganda barat karena pembatasan perjalanan COVID-19, Rehema Kyomuhendo berada di bagian timur negara itu ketika dia pertama kali mendengar tentang Kristus.

Pada bulan Maret, Rehema –yang berusia 24 tahun tetapi bertubuh kecil dan terlihat jauh lebih muda– telah menemani ayahnya, seorang syekh (guru Muslim) dalam perjalanan bisnis dari Distrik Mbarara ke Distrik Mbale, 492 kilometer (305 mil) jauhnya.

Rehema mulai mendengarkan acara Kristen yang ditayangkan di stasiun radio FM.


Mereka masih berada di rumah bibinya di desa Nawuyo, Distrik Mbale, pada 4 Mei ketika jam 10 malam gadis itu memanggil teman bisnis ayahnya yang dia kenal sebagai seorang Katolik Roma.

"Dia menjelaskan kepada saya tentang Kristus dan cara keselamatan, dan saya diyakinkan dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat saya," cerita Rehema kepada Morning Star News melalui telepon. "Ketika dia berbagi Kristus dengan saya, saya sangat gembira, dan ayah saya mendengar kegembiraan saya dan bangun, datang dari kamarnya dengan marah dan mulai memukuli saya dengan pukulan, tamparan dan tendangan."

Ayahnya, Sheikh Hussein Byaruhanga Husain dari Distrik Mbarara, berteriak pada saudara perempuannya yang berusia 45 tahun yang sedang tidur di kamar lain, mengatakan kepadanya bahwa putrinya telah menjadi Kristen dan karena itu ia akan membunuhnya, kata Rehema.

Dia dengan cepat memecahkan jerigen, menyalakan potongan-potongan kayu bakar yang tersisa dan mulai membakarnya, sebuah sumber yang berbicara dengan Rehema mengatakan kepada Morning Star News. Rehema berteriak minta tolong, dan bibinya bangkit dari tempat tidur dan melindunginya dari ayahnya, kata sumber itu.

Baca juga: 5 Orang Kristen di India Diserang dan Diancam Dibunuh Setelah Menolak Menyangkal Iman Mereka kepada Kristus


"Dia membawanya keluar ruangan bersama dengan seorang tetangga Kristen yang datang," kata sumber itu. "Tetangga mengatur taksi yang membawanya ke rumah sakit, dan dia mendapat perawatan segera."

Rehema diperkirakan akan tetap di Rumah Sakit Rujukan Regional Mbale lebih dari sebulan dengan luka bakar serius di kaki, perut, tulang rusuknya, di dekat lehernya dan di bagian punggungnya, katanya.

"Tolong doakan Rehema Kyomuhendo untuk pemulihannya segera di ranjang rumah sakit," kata sumber itu.

Rehema Kyomuhendro harus dirawat di RS selama sebulan lebih, akibat pembakaran yang dilakukan oleh ayahnya

Rehema Kyomuhendo dan tetangganya belum melaporkan serangan itu ke polisi karena takut ayahnya akan mencoba membunuhnya, katanya.

Baca juga: Pendeta Mississippi Berkata Dia Berdoa untuk Orang yang Membakar Gerejanya


Serangan itu adalah yang terbaru dari banyak contoh penganiayaan terhadap orang Kristen di Uganda yang didokumentasikan oleh Morning Star News.

Undang-undang Uganda dan undang-undang lainnya memberikan kebebasan beragama, termasuk hak untuk menyebarkan keyakinan seseorang dan berpindah agama dari satu agama ke agama lain. Muslim membentuk tidak lebih dari 12 persen populasi Uganda, dengan konsentrasi tinggi di wilayah timur negara itu.

Baca juga: Misionaris Berkhotbah di Pasar Tradisional Uganda, Puluhan Muslim Terima Yesus (Video) 

(Sumber: Christianheadlines)

Posting Komentar untuk "Seorang Syekh di Uganda Tega Membakar Putrinya Karena Menjadi Kristen"