Trump Umumkan Pendanaan $25 Juta untuk Melindungi Kebebasan Beragama: ‘Amerika Mendukung Orang Percaya’


Presiden Trump pada hari Senin mengumumkan $25 juta dalam pendanaan untuk melindungi kebebasan beragama dan situs-situs keagamaan di seluruh dunia, dan meminta pemerintah dunia untuk bergabung bersama untuk mengakhiri penganiayaan agama.

Trump juga mengumumkan sebuah inisiatif yang terdiri dari "koalisi bisnis AS bagi perlindungan kebebasan beragama."

Baca juga: 'Trump Diutus Tuhan Untuk Melindungi Israel Dari Iran' – Sekretaris Negara AS


Trump berbicara pada sebuah pertemuan tentang penganiayaan agama yang ia lakukan di PBB, dengan Sekretaris Jenderal AS António Guterres dan pejabat internasional lainnya yang hadir. Wakil Presiden Mike Pence mengatakan Trump adalah presiden Amerika pertama yang mengadakan pertemuan di PBB tentang penganiayaan agama.

Uang $25 juta itu, kata Trump, akan digunakan untuk melindungi kebebasan beragama, situs-situs keagamaan, dan barang-barang peninggalan.

"Kami ... mendesak setiap negara untuk meningkatkan penuntutan dan hukuman kejahatan terhadap komunitas-komunitas agama," kata Trump. "Tidak ada kejahatan yang lebih besar dari pada itu."

Inisiatif yang melibatkan bisnis, katanya, akan "mendorong sektor swasta untuk melindungi orang-orang dari semua keyakinan di tempat kerja."

"Terlalu sering, orang-orang yang berkuasa mengkhotbahkan keanekaragaman, sambil membungkam, menghindar atau menyensor umat beriman," kata Trump. "Toleransi sejati berarti menghormati hak dari semua orang untuk mengekspresikan keyakinan agamanya yang dipegang dengan teguh."

Baca juga: Franklin Graham Menyerukan 'Hari Doa' Untuk Melindungi Trump Dari Musuh


Trump mencantumkan beberapa contoh penganiayaan agama: pemboman Paskah di gereja-gereja di Sri Lanka, pembunuhan seorang imam Katolik berusia 85 tahun di Prancis, serangan anti-Semit di rumah-rumah ibadat di Pennsylvania dan California, dan pembunuhan Muslim di Selandia Baru.

"Serangan-serangan jahat ini merupakan sebuah luka bagi seluruh umat manusia," katanya.

Diperkirakan 11 orang Kristen dibunuh setiap hari karena "mengikuti ajaran Kristus," kata Trump.

"Amerika mendukung orang-orang percaya di setiap negara, yang hanya meminta kebebasan untuk hidup sesuai dengan iman yang ada di dalam hati mereka sendiri," katanya. "Sebagai presiden, melindungi kebebasan beragama adalah salah satu prioritas tertinggi saya dan selalu demikian."

Trump membandingkan kebebasan beragama di AS dengan kurangnya kebebasan di seluruh dunia.

Baca juga: Wakil Presiden Mike Pence Tuntut Iran Bebaskan Wanita Kristen, Bersumpah ‘Amerika Akan Dukung Umat Kristen'


"Amerika Serikat didirikan dengan prinsip bahwa hak-hak kita bukan berasal dari pemerintah; hak-hak kita berasal dari Tuhan," katanya. "Kebenaran abadi ini diproklamirkan dalam Deklarasi Kemerdekaan kami dan diabadikan dalam Amandemen Pertama untuk Bill of Rights Konstitusi kami. Para pendiri kitra memahami bahwa tidak ada hak yang lebih penting bagi masyarakat yang damai, makmur, dan berbudi luhur daripada hak untuk mengikuti keyakinan agama seseorang.

"Sayangnya," kata Trump, "kebebasan beragama yang dinikmati oleh warga Amerika jarang di dunia. Sekitar 80 persen populasi dunia tinggal di negara-negara di mana kebebasan beragama terancam, dibatasi, atau bahkan dilarang."

"... Hari ini dengan satu suara yang jelas, Amerika Serikat menyerukan kepada bangsa-bangsa di dunia untuk mengakhiri penganiayaan agama, untuk menghentikan kejahatan terhadap orang-orang beriman, membebaskan para tahanan yang berhati nurani, mencabut undang-undang yang membatasi kebebasan beragama dan berkeyakinan [dan] melindungi yang rentan, yang tidak berdaya dan yang tertindas."

Baca juga: Korea Utara Lebih Takut Terhadap Orang Kristen Daripada Senjata Nuklir: Pastor yang Sebelumnya Dipenjara Mengungkapkan

(Sumber: ChristianHeadlines)

0 komentar