Recent Posts

    Siapa Orang Kurdi di Suriah yang Diserang oleh Turki?


    Suku Kurdi merupakan kelompok etnis keempat terbesar di Timur Tengah dengan jumlah sekitar 25 hingga 35 juta orang. Mereka membentuk komunitas yang berbeda, yang disatukan oleh ras, budaya dan bahasa. Suku Kurdi dianggap sebagai kelompok etnis terbesar di dunia yang tidak memiliki kewarganegaraan.

    Walaupun sebagian besar mereka menganut Islam-Sunni, tetapi ada pula yang menganut agama berbeda, termasuk Kristen, Yahudi, Yazidi dan Zoroastrian.


    Pada 6 Oktober, Presiden Trump memerintahkan pasukan AS untuk meninggalkan wilayah yang diperebutkan di Suriah timur laut. Hanya tiga hari kemudian, Turki memulai serangan terhadap Suriah yang menggusur ribuan warga Suriah dan Kurdi yang tinggal di wilayah tersebut.

    Ketika kekerasan meletus antara negara-negara tetangga, Presiden Trump mengirim Wakil Presiden Mike Pence dan Sekretaris Negara Mike Pompeo ke Turki untuk bertemu dengan presiden Turki Recep Tayyip Erdo─čan. Erdogan menyetujui gencatan senjata selama 5 hari dengan imbalan "zona aman" 60 mil diberlakukan dan janji bahwa AS tidak akan menjatuhkan sanksi pada Turki.

    Sebagai bagian dari gencatan senjata, para pejuang Kurdi dipaksa untuk meninggalkan "zona aman" dan mundur sekitar 20 mil dari perbatasan. Menurut Associated Press, area tertentu yang dijuluki "zona aman" adalah wilayah di mana populasi Kurdi Suriah terhimpun. Beberapa menyebut evakuasi paksa suku Kurdi adalah pembersihan etnis.

    SIAPA SEBENARNYA SUKU KURDI

    Wade Burleson, penulis dan sejarawan, mengatakan orang-orang Kurdi yang sedang diserang oleh para tentara Turki adalah keturunan cucu Musa.

    Baca juga: Ribuan Orang Kristen Mengungsi dari Suriah Ketika Kekerasan Berlanjut Antara Turki dan Suriah


    Burleson, seorang pendeta pengajar di Emmanuel Enid di Oklahoma, mengatakan bahwa orang Kurdi adalah apa yang disebut Alkitab sebagai Medes (orang Iran bagian Barat), yang merupakan keturunan Madai. Madai adalah salah satu dari 16 cucu Musa.

    "Orang-orang tersebut menetap di Amida," katanya dalam sebuah blog di situsnya. Dia mengatakan kota itu berganti nama menjadi Diyarbakur pada abad ke-7 M oleh Arab Muslim selama penaklukan Persia.

    "Orang-orang Arab memanggil etnis Medes yang tinggal di Pegunungan Zagros dengan nama Arab Kurdi," katanya.

    Burleson mengatakan bahwa hari ini, Diyarbakir sekarang adalah kota terbesar di Turki tenggara dengan mayoritas orang Kurdi yang tinggal di daerah tersebut. Dia mengatakan ketika pasukan Turki menyerang Kurdistan, wilayah Suriah, Turki, Irak dan Iran di mana orang Kurdi tinggal, warga sipil itu menghadapi kekerasan.

    Baca juga: Lebih dari 100 Serangan Telah Terjadi pada Gereja-Gereja Suriah Sejak Perang Sipil Dimulai


    "Apa yang telah kami alami selama invasi Turki atas Kurdistan di Oktober 2019 ini adalah pembersihan etnis," katanya. "Itu adalah bencana besar. Presiden Trump seharusnya tahu lebih baik daripada membiarkannya terjadi."

    Suku Kurdi dan Persia adalah "dari keturunan leluhur yang sama," katanya. Dia menambahkan bahwa Alkitab mengungkapkan pentingnya Medes pada zaman kuno.

    Dia mengatakan Bilangan 24:17 merinci bahwa nabi Bileam adalah seorang Kurdi yang bernubuat tentang kedatangan Yesus. Dalam Yesaya 44 dan 45, Burleson menunjuk ke Raja Cyrus, yang disebut "Mesias orang Yahudi" setelah membebaskan orang-orang Yahudi di Yudea dari tahanan pada tahun 539 SM. Tiga orang bijak yang mengunjungi Yesus juga berasal dari Medes, yang telah belajar di Sekolah Mede / Persia orang Majus.

    "Orang-Orang Bijak ini adalah apa yang akan kita sebut Kurdi modern," katanya.

    Baca juga: Trump Umumkan Pendanaan $25 Juta untuk Melindungi Kebebasan Beragama: ‘Amerika Mendukung Orang Percaya’


    Namun, sepanjang sejarah baru-baru ini, Amerika telah gagal menepati janjinya untuk secara resmi menciptakan negara Kurdistan, kata Burleson dalam postingnya.

    "Berdoalah untuk Medes modern saat mereka berperang melawan pemimpin Muslim yang tidak menentu bernama Erdogan," katanya. "Tolong, Presiden Trump, jangan tinggalkan orang-orang Kristen Suriah yang membutuhkan bantuan kita lebih dari sebelumnya."

    Baca juga: Pengungsi Timur Tengah Berdoa Pada Tuhan Yang Tidak Dikenal Untuk Tenangkan Badai, Terkejut ketika Yesus Menanggapi

    (Sumber: Christianheadlines)

    Belum ada Komentar untuk "Siapa Orang Kurdi di Suriah yang Diserang oleh Turki?"

    Posting Komentar

    Iklan Atas Artikel


    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel