Recent Posts

    Anak-Anak Dari Pendeta Iran yang Dipenjara Dilarang Bersekolah Karena Menolak Belajar Islam


    Anak-anak dari Pendeta Yousef Nadarkhani yang dipenjara di Iran karena imannya kepada Yesus Kristus, telah dilarang untuk menyelesaikan pendidikan mereka karena mereka menolak untuk belajar Islam dan Al-Quran.

    Ketika anak-anak Yousef kembali ke sekolah minggu lalu, mereka diberitahu bahwa nilai mereka yang sebelumnya tidak dihitung karena mereka menolak untuk terlibat dalam resital Islam.


    Menurut Christian Post, dua dari anak Pendeta tersebut tidak diizinkan kembali ke sekolah karena mereka tidak menyelesaikan pendidikan Islam mereka, sementara Daniel yang berusia 17 tahun telah terdaftar sebagai "tamu" di kelas 12 - ia masih belum bisa menerima sertifikat prestasi untuk nilai sebelumnya.

    Sebagai protes dalam menentang penganiayaan anak-anaknya sendiri, Yousef telah memulai mogok makan di penjara, menurut Article18, sebuah nirlaba yang berbasis di Inggris yang "berdedikasi untuk melindungi dan memajukan kebebasan beragama di Iran."

    Kelompok hak asasi manusia mencatat bahwa Yousef dan istrinya Tina telah "memperjuangkan hak-hak dari para putra mereka untuk dikenal sebagai orang Kristen selama dekade terakhir."

    Sayangnya, terlepas dari kenyataan bahwa orang-orang Kristen sering diberikan pengecualian dari kelas-kelas Islam karena agama mereka, orang-orang yang berpindah agama ke Kristen tidak diberi hak istimewa yang sama.

    Baca juga: Iran Penjarakan Pemilik Toko Buku Karena Menjual Alkitab Sementara Tindakan Keras Terhadap Kekristenan Terus Berlanjut


    "Para anggota minoritas agama yang diakui - termasuk Kristen, serta Yahudi dan Zoroaster (sebuah agama dan ajaran filosofi yang didasari oleh ajaran Zarathustra) - biasanya dikecualikan dari kelas Studi Islam dan Al-Quran, tetapi anak-anak yang berindah agama ke Kristen, seperti Yousef, masih dianggap Muslim," catat kelompok itu.

    Pastor Yousef lahir dalam keluarga Muslim Iran dan masuk Kristen pada usia 19 tahun. Menurut United States Commission on International Religious Freedom (USCIRF), Yousef melanjutkan menjadi pendeta gereja rumah yang beranggotakan 400 jemaat sebelum ditangkap atas tuduhan "kemurtadan." Dan "penginjilan," pada Desember 2006.

    Sejak itu, ia telah menjalani berbagai tugas di tempat penahanan sebelum dinyatakan bersalah atas tuduhan "bertindak melawan keamanan nasional" pada tahun 2017 dan dijatuhi hukuman sepuluh tahun penjara. Meskipun diberikan banding lebih lanjut, pada awal pagi hari 22 Juli 2018, "pihak berwenang yang berpakaian biasa menyerbu rumah Nadarkhani dan membawanya ke Penjara Evin yang terkenal jahat," menurut USCIRF. Dia tetap di sana sejak saat itu.

    Pastor Yousef Nadarkhani dipenjara karena berpindah agama dari Islam
    Pada bulan Juli tahun ini, Wakil Ketua USCIRF Nadine Maenza menyerukan untuk membebaskan Yousef dengan segera. "Iran harus membebaskan Pastor Youcef Nadarkhani dan memastikan kebebasan beragama untuk semua warga negara Iran," katanya. “Pemerintah Iran telah menjelekkan dan merampas hak-hak dasar Pastor Nadarkhani dan banyak orang Iran lainnya hanya karena menggunakan kebebasan beragama mereka. Ini harus dihentikan. Saya menyerukan pemerintah Iran untuk memenuhi komitmennya kepada para warganya di bawah hukum internasional.

    Baca juga: Ngeri Dengan Penyebaran Agama Kristen, Politisi Iran Perintahkan Interogasi Massal Terhadap Orang Kristen


    "Pengawas penganiayaan Open Doors USA mengurutkan Iran sebagai negara kesembilan paling berbahaya untuk hidup sebagai pengikut Yesus Kristus.

    “Orang-orang Kristen di Iran dilarang membagikan iman mereka kepada orang-orang non-Kristen. Akibatnya, kebaktian gereja dalam bahasa Persia (bahasa nasional Iran) tidak diizinkan," catat badan amal itu dalam lembar fakta tentang negara itu. “Orang-orang yang mengubah agamanya dari Islam menghadapi penganiayaan dari pemerintah. Jika mereka menghadiri rumah gereja bawah tanah, mereka menghadapi ancaman penangkapan yang konstan. Masyarakat Iran diatur oleh hukum Islam, yang berarti hak dan kemungkinan profesional bagi orang-orang Kristen sangat dibatasi."

    Baca juga: "Yesus Datang ke Sel Penjara Saya dan Berkata: 'Jangan Takut, AKU Bersamamu'"

    (Sumber: Believersportal)

    Belum ada Komentar untuk "Anak-Anak Dari Pendeta Iran yang Dipenjara Dilarang Bersekolah Karena Menolak Belajar Islam"

    Posting Komentar

    Iklan Atas Artikel


    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel