Recent Posts

    20 Alasan Kenapa Pernikahan Gagal (Termasuk Pernikahan Kristen)


    Pernikahan yang gagal disebabkan banyak alasan dan seringkali oleh kombinasi dari alasan-alasan. Setiap masalah yang tercantum di sini harus diberikan perhatian dan kepedulian. Masalah pribadi dan spiritual yang belum terselesaikan akan memengaruhi kedua pasangan, bahkan jika seseorang tidak sadar atau tidak bersalah. Jika Anda bertanya-tanya mengapa pernikahan Anda gagal, daftar ini mungkin memiliki jawabannya.

    Ada sedikit perbedaan antara kesengsaraan pernikahan Kristen dan non-Kristen, pengikut Kristus punya kekuatan menyadari alasan dari terang firman Tuhan dan pengalaman kuasa mengubahkan dari Roh Kudus. Kebahagiaan sempurna pernikahan bersifat khayalan tetapi pernikahan bahagia bisa menjadi sebuah kenyataan.

    Inilah 20 alasan mengapa pernikahan (bahkan pernikahan Kristen) gagal...


    1. Roh yang Tidak Mau Mengampuni (Dendam)

    Belajarlah untuk mengampuni karena itu penting untuk keharmonisan. Daripada dihantui tentang bagaimana Anda diperlakukan salah, perlakukan pasangan Anda bagaimana Allah memperlakukan Anda.

    "Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu." (Kolose 3:13)

    2. Tekanan Keuangan

    Jangan menghabiskan hidup Anda mencoba untuk mendapatkan lebih banyak dan menghabiskan lebih banyak, atau Anda akan memperbudak diri Anda sendiri ke dalam kehidupan ketidakpuasan, materialisme, dan stres yang tak berkesudahan.

    "Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah, beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka." (1 Timotius 6:10).

    3. Ketidaksetiaan (Perselingkuhan)

    Nafsu selalu mengarahkan kepada ketidaksetiaan hati, pikiran, dan tubuh. Tidak ada pengalaman seksual di luar pernikahan yang baik. Tuhan tidak akan pernah memimpin kamu jatuh cinta dengan seseorang selain pasanganmu.

    "Jangan berzinah!" (Keluaran 20:14)

    Baca juga: 10 Pedoman Hidup Penting dalam Menjalani Kehidupan Kristiani oleh Billy Graham


    4. Ketidakamanan dan Kekhawatiran

    Jauhkan matamu dari dunia dan kebahagian maya; kamu tidak akan menemukan kedamaian dari siapapun atau apapun yang dunia tawarkan. Percayalah pada Tuhan!

    "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semua itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok." (Matius 6:33-34)

    5. Dosa Rahasia

    Jika Anda menyembunyikan fantasi atau kebiasaan yang berdosa, itu akan tumbuh lebih kuat; berpura-pura sesuatu tidak ada atau tidak salah memberinya kekuatan yang lebih besar atas hidup Anda.

    "Engkau menaruh kesalahan kami di hadapanmu, dan dosa kami yang tersembunyi dalam cahaya wajah-Mu." (Mazmur 90:8)

    6. Perbedaan Pola Asuh Anak

    Alkitab adalah sumber pengasuhan anak terbaik yang tersedia; berusahalah untuk mengikuti Kristus dan arahkan anak-anak Anda kepada Kristus, dan pola-pola asuh anak yang tepat akan terwujud.

    "Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu; tetapi, didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan." (Efesus 6:4)


    7. Campur Tangan Pihak Lain

    Pengontrolan dari kerabat dan teman yang tidak tepat akan memberikan tekanan luar biasa pada unit keluarga Anda; carilah kebijaksanaan dan pandangan Tuhan tentang bagaimana menangani keputusan Anda.

    Kemudian buat batasan yang perlu dengan semua orang di luar kehendak Tuhan untuk hidup Anda. "dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus." (Efesus 5:21)

    8. Egoisme

    Kita semua memperhatikan diri kita sendiri, terutama ketika seseorang menantang keinginan kita. Mulailah mempertimbangkan sudut pandang pasangan Anda terlebih dahulu; memenangkan pertengkaran hanya melemahkan pernikahan Anda.

    "Jangan melakukan apa pun karena ambisi egois atau kesombongan yang sia-sia. Sebaliknya, hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama daripada dirinya sendiri." (Filipi 2:3)

    9. Tuntutan Hak

    Rasa mengasihani diri sendiri, kekecewaan, dan frustrasi datang dari sikap "Aku pantas mendapatkan ini". Perhatikan perasaan-perasaan ini — masalah intinya adalah pemujaan diri.

    "Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu." (Yakobus 4: 2-3)

    Baca juga: 6 Ayat Alkitab untuk Menghiburmu di Saat Patah Hati


    10. Ketidakmatangan Spiritual dan Emosional

    Kedewasaan membutuhkan waktu seumur hidup, jadi berikan ruang bagi pasangan Anda untuk tumbuh tanpa cemoohan atau teguran terhadapnya karena ketidakdewasaannya. Kelilingi pernikahan Anda dengan teladan yang saleh dan dewasa.

    "Aku mengarahkan diri pada ada yang di hadapanku dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. Karena itu, marilah kita, yang sempurna berpikir demikian." (Filipi 3: 14-15)

    11. Duka dan Depresi

    Setiap orang melewati masa-masa duka dan kesedihan; jadilah orang yang mendukung dan pengertian ketika pasanganmu sedih, dengan membimbingnya secara lembut menuju pertolongan.

    "Kasihanilah aku, ya Tuhan, karena aku merasa sesak; karena sakit hati mengidaplah mataku, meranalah jiwa dan tubuhku." (Mazmur 31: 10)

    12. Keserakahan

    Anda diciptakan untuk dipuaskan hanya di hadirat Tuhan. Jangan memupuk kesedihan karena hal-hal yang Anda inginkan tidak akan memuaskan Anda.

    "Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain." (Lukas 16:13)

    Baca juga: Pendeta Menyesal, Menikah Lagi dengan Istri yang Sama Setelah 2 Tahun Bercerai


    13. Malu

    Roh Kudus menginsafkan kita ketika kita berbuat dosa; Dia tidak mempermalukan kita karena kesalahan kita. Rangkullah kenyataan bahwa anugerah Kristus akan membebaskan Anda dari rasa malu yang Anda rasakan.

    "Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya" (Matius 12:20)

    14. Amarah

    Jika Anda memiliki sumbu pendek, Anda perlu mencari tahu alasannya dan berhenti membuat alasan. Dapatkan bantuan untuk mengatasi kebiasaan yang merusak dan membuat ketagihan ini.

    "Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan." (Efesus 4:31)

    15. Ketidakjujuran

    Jangan pernah berbohong, menyesatkan, atau menipu pasangan Anda; jangan menyimpan rahasia karena akan membuat jarak di antara Anda. Dan, satu kepalsuan selalu melahirkan yang lain.

    "Jangan lagi kamu saling mendustai!" (Kolose 3: 9)

    Baca juga: Tuhan Yesus, Aku Harus Bagaimana? 5 Cara Mengenali Bahwa Anda Dalam Kehendak Tuhan


    16. Keduniawian

    Ketika hati Anda mencari pengakuan, kekayaan, dan keindahan duniawi, Anda akan percaya bahwa nilai Anda melekat pada siapa Anda dan apa yang Anda lakukan; dan semakin Anda meragukan nilai Anda, semakin Anda akan menemukan pasangan Anda tidak memuaskan.

    "Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi, dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini." (Titus 2:12)

    17. Kesombongan

    Di sinilah letak akar dari semua konflik, rasa tidak aman, dan dosa. Jadi, alih-alih memikirkan dan membanggakan diri sendiri, berikanlah energi dan cinta Anda dengan memberikan rahmat dan kasih sayang pada pasangan Anda.

    "Keangkuhan hanya menimbulkan pertengkaran, tetapi mereka yang mendengarkan nasihat mempunyai hikmat." (Amsal 13:10)

    18. Kekecewaan

    Ketika masa-masa sulit melanda, Anda mungkin merasa bahwa pasangan Anda belum melakukan cukup banyak untuk membuat Anda bahagia. Lihatlah di mana Anda menaruh harapan Anda; jika itu bukan Tuhan, Anda akan terus berjuang dengan kekecewaan. Mulailah memuji Tuhan untuk semua ketetapan-Nya, dan kekecewaan Anda akan hilang.

    "Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!”(Mazmur 42:6)


    19. Berbeda Prioritas / Sistem Nilai

    Anda dan pasangan Anda mungkin hidup dengan standar yang berlawanan, yang dapat menyebabkan pertengkaran dan frustrasi. Cobalah untuk mengingat bahwa Allah meminta pertanggungjawaban Anda atas tindakan Anda; jalani hidup Anda dan jangan fokus pada apa yang pasangan Anda lakukan atau tidak lakukan.

    "Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu. Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, jangan biarkan aku menyimpang dari perintah-perintahMu." (Mazmur 119:9-10)

    20. Citra Diri Yang Rendah

    Jika Anda menderita karena harga diri yang rendah, solusinya adalah tidak lebih mencintai diri sendiri —  mencintai Tuhan dan berterima kasih kepada-Nya atas pekerjaan berkelanjutan-Nya dalam hidup Anda. Biarkan Tuhan mengubah Anda menjadi gambar-Nya;  hadapi proses Anda, alih-alih membandingkan diri Anda dengan orang lain.

    "Aku bersyukur kepadaMu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib, ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadariNya." (Mazmur 139: 14)

    Baca juga: 15 Ayat Alkitab Terbaik Tentang Kasih Allah

    (Sumber: Crosswalk)

    Belum ada Komentar untuk "20 Alasan Kenapa Pernikahan Gagal (Termasuk Pernikahan Kristen)"

    Posting Komentar

    Iklan Atas Artikel


    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel