Recent Posts

    Pendeta Baptis yang Diculik di Nigeria Dibebaskan Setelah 17 Hari Penyiksaan


    Seorang pendeta Baptis yang diculik bulan lalu di Nigeria dibebaskan pada akhir pekan setelah keluarga dan para pemimpin Kristen membayar tebusan, kata sumber.

    Para Penggembala Muslim Fulani di negara bagian Kaduna yang menculik Pastor Elisha Noma pada 14 Agustus menerima 3 juta naira (Rp115 juta) sebelum membebaskannya pada Sabtu (31 Agustus), kata ketua bab negara bagian dari Christian Association of Nigeria (CAN) ) kepada Morning Star News.

    Baca juga: Penerjemah Alkitab Dibunuh Secara Brutal di Kamerun, Lengan Istri Dipotong

    "Dia dibebaskan setelah tebusan dibayarkan diikuti dengan serangkaian negosiasi dengan para bandit mengenai tebusan tersebut," kata Pastor Joseph Hayab kepada Morning Star News dalam sebuah pesan teks. "Kami bersyukur kepada Tuhan atas belaskasih-Nya. Kami berdoa untuk campur tangan Tuhan dalam bencana yang tampaknya menimpa kami sebagai bangsa."

    Pastor Noma, usia 60, dari Gereja Baptis Ungwan Makeri di Kaduna, mengidentifikasi para penculik sebagai para penggembala bersenjata. Setelah dibebaskan, ia menerima perawatan medis untuk cederanya saat dalam penawanan.

    Tangan kirinya patah, dan para penculiknya menghidupkan telepon mereka untuk membiarkan keluarganya mendengar teriakan kesakitannya ketika mereka memukul, memotong dan membakar dia untuk memaksa mereka membayar tebusan, menurut CAN. Dia mendapatkan bekas luka bakar di kepala dan wajahnya.

    Pada bulan Agustus saja, lebih dari 40 pendeta di Nigeria diculik atau menderita beberapa bentuk kekerasan dari para penggembala atau teroris Boko Haram, menurut angka yang diperoleh dari CAN.

    Baca juga: Pemerintah Nigeria Mengatakan Leah Sharibu yang Diculik Boko Haram, Masih Hidup


    "Kami juga akan terus menyerukan kepada pemerintah dan badan-badan keamanan untuk melakukan segala daya mereka untuk menghentikan meningkatnya rentetan kejahatan di seluruh negeri, terutama meningkatnya gelombang penculikan di negara bagian Kaduna," kata Pastor Hayab kepada Morning Star News.

    James Kantiyok, seorang diaken di gereja pastor yang diculik, menyatakan kegembiraan atas pembebasannya meskipun mengalami penganiayaan saat dalam penawanan.

    "Kami tidak bisa menahan sukacita kami untuk kebebasannya, terlepas dari semua yang dia lalui," kata Kantihok kepada Morning Star News. "Mari kita semua berdoa untuk kesembuhan totalnya saat dia sedang menerima perawatan medis. Kami berterima kasih kepada kalian semua atas doa yang dipanjatkan bersama keluarga dan gereja."

    Sekitar 20 penggembala Muslim Fulani menculik Pendeta Noma dan putranya, Emmanual Noma, setelah menyerbu rumah mereka sekitar pukul 1 pagi pada tanggal 14 Agustus. Mereka membebaskan putra pastor beberapa jam kemudian dengan tuntutan yang meningkat sampai 20 juta naira (Rp 776 juta) sebagai tebusan.

    Para penculik kemudian menurunkan tuntutan menjadi 7 juta naira (Rp 271 juta), kata Pastor Hayap kepada Morning Star News pada waktu itu.

    Baca juga: Istri Pendeta Living Faith yang Diculik Telah Dibebaskan oleh Para Penculik


    Di kota Kaduna pada tanggal 4 Agustus, para gembala Fulani membunuh pendeta Jeremiah Omolewa dari Living Faith Church di daerah Perpanjangan Baru kota Romi dan menculik istrinya, kata sebuah sumber gereja kepada Morning Star News. Menyerang di sepanjang jalan raya Kaduna-Abuja dalam perjalanan mereka ke Abuja, ia terbunuh ketika para gembala menembaki mobil mereka setelah pastor itu selesai memimpin tiga kebaktian di gerejanya, kata sumber itu.

    Istri pendeta Omolewa dibebaskan setelah gereja membayar 3 juta naira (Rp115 juta) kepada para gembala sebagai tebusan, kata sumber itu. Sebuah pernyataan pers dari gereja melaporkan bahwa tebusan dibayarkan setelah negosiasi dengan para gembala membawa jumlah tebusan tersebut dikurangi dari 10 juta naira. Dia dibebaskan pada tanggal 8 Agustus sekitar pukul 10 malam.

    Nigeria berada di peringkat ke-12 pada daftar World Watch List 2019 Open Doors dari negara-negara di mana orang-orang Kristen paling menderita penganiayaan.

    (Sumber: Christianheadlines)

    Belum ada Komentar untuk "Pendeta Baptis yang Diculik di Nigeria Dibebaskan Setelah 17 Hari Penyiksaan"

    Posting Komentar

    Iklan Atas Artikel


    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel