Recent Posts

    Mengapa Detektif LAPD Ateis yang Cerdas Ini Menjadi Kristen


    Saya menjadi Kristen bukan karena itu bekerja pada saya.

    "Saya Kristen karena itu benar. Saya Kristen karena saya ingin hidup saya mencerminkan kebenaran. Saya Kristen karena rasa hormat saya yang tinggi pada kebenaran membuat saya tidak mempunyai pilihan"


    Jim Warner Wallace adalah seorang detektif pembunuhan kasus dingin yang bekerja pada Los Angeles Police Department (LAPD)

    Dia biasanya menangani kasus pembunuhan seperti anggota-anggota yang lain di departemennya.

    Tetapi suatu hari, atasannya melihat bahwa dia memiliki keterampilan yang luar biasa.

    Baca juga: Bagaimana Ahli Biologi Ateis Ini Secara Radikal Peluk Kristen

    Dia sangat berbakat dalam mengumpulkan dan menafsirkan bukti, sehingga dia dapat memecahkan kasus yang paling sulit.

    Kenyataannya: dia sangat bagus, sehingga departemen kepolisian menempatkan Jim pada kasus-kasus yang belum terpecahkan.

    Kasus seperti ini disebut sebagai kasus dingin.

    Jadi apabila kasus pembunuhan belum terpecahkan dalam waktu 15 atau 20 tahun, maka LAPD akan menugaskan Jim pada kasus itu.

    Baca juga: Kisah Pertemuan Dramatis Seorang Dokter Mantan Ateis dengan Yesus


    Jim akan memeriksa ulang semua bukti dan akan mewawancara ulang saksi kunci.

    Setelah beberapa bulan bekerja, akhirnya Jim berhasil memecahkan kasus tersebut.

    Hal ini membuat acara TV yang tayang sekitar 60 menit meminta Jim tampil secara teratur di acara tersebut.

    Dia merupakan generasi kedua Ateis, ayahnya Jim juga merupakan seorang detektif dan seorang Ateis. Dia mewariskan kepercayaannya sebagai Ateis kepada putranya. Tetapi pada usia 35 tahun, Jim memeluk agama Kristen dan percaya kepada Yesus Kristus.

    Simak Cerita Jim Di Bawah :


    Pada usia 35 tahun, saya sepertinya telah mendapatkan semua yang menjadi keinginan saya. Saya lulus sebagai lulusan terbaik dalam program sarjana maupun pasca sarjana, menerima penghargaan sebagai rekrutan kehormatan di Los Angeles Sheriff's Academy dan ditempatkan dalam tugas yang luar biasa, yaitu sebagai anggota dari lima pria yang berkarir dalam tim pengawasan kriminal. Saya telah menikahi istri saya selama 18 tahun dan kehidupan rumah tangga kami sangat baik. Kami baru saja membeli rumah kedua kami di sebuah kawasan yang telah saya kagumi sejak kecil. Tidak ada yang lebih baik dari semua ini. Ini adalah status dan kondisi hidup saya ketika pertama kali datang ke gereja Kristen.

    Saya datang bukan untuk mencari jawaban : saya pikir saya sudah mendapatkan semua jawaban. Kenyataannya sebagian besar teman saya datang untuk meminta nasihat dari saya. Saya adalah orang yang Anda datangi jika Anda ingin mengajukan pertanyaan tentang bagaimana cara melakukan investigasi, bagaimana cara mempertahankan pernikahan yang baik, bagaimana membesarkan anak. Saya jelas bukan tipe orang yang berpikir bahwa dirinya perlu bantuan atau perlu perbaikan. Kepercayaan diri saya telah tumbuh menjadi kesombongan. Saya yakin kepada kemampuan diri saya dan menjadi sulit untuk bernalar. Saya sangat yakin bahwa saya benar, dan hidup saya seperti menegaskan akan hal ini pada setiap kesempatan. Saya memegang kendali dan keputusan yang saya buat sepertinya menghasilkan kehidupan yang saya inginkan.

    Apa yang membuat detektif Atheist yang cerdas ini mengubah pandangannya tentang Kekristenan?

    Apa yang pendeta katakan saat kebaktian di gereja yang membuat Jim mulai meneliti tentang Kekristenan

    Pendeta menggambarkan Yesus sebagai guru yang bijaksana, Dia pria terpintar yang pernah hidup, perkataan itu menggelitik pria sombong dan egois seperti saya. Karena alasan egois, saya menjadi tertarik pada kemungkinan apa yang Yesus katakan tentang kehidupan, keluarga, pekerjaan, dan semua hal yang saya pikir sudah saya kuasai. Jadi saya memulai investigasi saya tentang Injil, bukan untuk menemukan Tuhan, tetapi hanya untuk mencuri hikmat yang katanya dimiliki Yesus.


    Sepanjang saya meneliti hal ini membuat saya yakin bahwa Injil adalah catatan dari saksi mata yang dapat diandalkan. Saya akhirnya memeriksa Injil itu sendiri, pesan keselamatan yang hanya ditawarkan melalui Kristus saja dan menjadi seorang Kristen. Saya beralih dari kepastian yang terkait dengan saksi ke kepastian yang terkait dengan keputusan saya sendiri, saya merasa jatuh dan membutuhkan penyelamat.

    Hidup berdasarkan keputusan yang telah saya ambil ini tidak selalu mudah. Ini sudah 22 tahun sejak pertama kali menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat. Saya masih berjuang untuk meletakkan kesombongan saya untuk apa yang Tuhan ingin saya lakukan. Kekristenan itu tidak mudah. Tidak selalu Kekristenan berjalan dengan baik untuk saya. Ada kalanya saya berpikir akan lebih mudah jika kembali ke kehidupan yang lama: akan lebih mudah jika mengambil jalan pintas.

    Ada kalanya ketika melakukan hal yang benar berarti melakukan hal yang paling sulit. Ada kalanya juga saya merasa menjadi non-Kristen terasa lebih mudah, atau terlihat "berhasil". Pada saat seperti ini saya harus mengingatkan diri saya bahwa saya bukan seorang Kristen karena tujuan saya yang egois. Saya tidak menjadi Kristen karena itu selalu berjalan dengan baik padaku. Kehidupan saya sebelum Kristen tampaknya lebih baik dan kehidupan saya sebagai seorang Kristen tidaklah mudah.

    "Saya menjadi Kristen karena itu benar. Saya Kristen karena saya ingin hidup saya mencerminkan kebenaran. Saya Kristen karena rasa hormat saya yang tinggi pada kebenaran membuat saya tidak memiliki pilihan."

    Tonton Video kisah Jim Warner Wallace tentang 'Bagaimana Saya Menjadi Seorang Kristen' di bawah ini:




    Baca juga: Dari Atheis Yang Teguh Menjadi Seorang Teolog Yang Tangguh | Guillaume Bignon

    (Sumber:believersportal.com)

    Belum ada Komentar untuk "Mengapa Detektif LAPD Ateis yang Cerdas Ini Menjadi Kristen"

    Posting Komentar

    Iklan Atas Artikel


    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel