Recent Posts

    "Keluar dari Kegelapan": Bagaimana Tuhan Mengubah Penjahat Skotlandia yang Kejam


    Tony Gielty adalah salah satu penjahat paling kejam di Skotlandia. Sangat dipengaruhi oleh budaya geng, dia adalah seorang pria yang tumbuh dengan kekerasan. Pada usia 17 tahun dia dihukum karena percobaan pembunuhan dan dijatuhi hukuman 10 tahun penjara. Pada usia 19 tahun dia adalah seorang narapidana yang meneror para tahanan dan staf penjara.

    Anthony Gielty adalah orang yang sama, tapi menjadi sangat berbeda–dan dia sangat membenci nama Tony. Karena ketika dia dipenjara dia bertemu dengan seorang pendeta yang mengubah hidupnya. Perubahannya terus berlanjut: dia memiliki luka bakar dan wawasan traumatis tentang orang seperti apa dia, serta pengalaman yang sama kuatnya akan kasih dan pengampunan Tuhan.


    Dia memulai bukunya "Keluar dari Kegelapan" atau Out Of The Darkness (Monarki, £8,99) dengan kutipan dari Markus pasal 5 tentang seorang yang kerasukan dengan tidak terkendali oleh setan bernama "Legion", yang 'Melihat Yesus dari kejauhan dan berlari menghampiri dan tersungkur dihadapanNya. Dan baris pertama dari bagian 'ucapan terimakasih' nya bukan berkat istrinya atau editornya, melainkan ini "Saya mengakui kerusakan, sakit hati, dan ketidakadilan yang mengerikan akibat dari tindakan jahat saya. Tahun-tahun palung pahit dalam hidup saya tidak akan pernah bisa menebus kerusakan yang saya sebabkan."

    Membaca bukunya dan berbincang dengannya sangat mengharukan. Pada intinya adalah penemuan bahwa hidup ini tidak berarti, tetapi bahwa Allah menawarkan pengampunan, kedamaian, serta tujuan.

    Peristiwa yang membuat Gielty jatuh, datang pada usianya yang masih sangat muda. Dia baru berusia 11 tahun ketika secara kebetulan ucapan ibunya tentang kehidupan yang tidak berarti membanjirinya. Dia menjadi yakin tentang eksistensi kegagalan dan mencari pengalihan dalam kekerasan. Dia bercerita pada Christian Today, "saya merasa sangat putus asa. Saya memandang kehidupan dengan sangat hampa. Saya percaya Anda bisa melakukan apa yang Anda bisa, selagi bisa."

    "Mempercayai narasi ini menyebabkan lebih banyak kebencian pada diri sendiri dan juga orang lain. Saya hidup dengan kekerasan sejak masih belia."

    Baca juga: Bagaimana Yesus Bebaskan Wanita Ini dari Iblis yang Menyiksanya Bertahun-tahun: "Yesus Gantikan Mimpi Buruk dengan Mimpi Indah"


    Dia menjadi seorang petarung yang baik dan hidup dalam kode gengster Glasgow. Di dalam penjara dia tidak bisa dikendalikan: Hal sekecil apa pun akan membuatnya emosi.

    Yang mulai mengubah kehidupannya adalah pertemuannya dengan seorang pendeta bernama John MacFadden, yang datang mengunjungi dirinya di dalam sel. Gielty berkata kepada Christian Today, "Saya tidak akan pernah melupakan hari itu. Dia sangat akrab dengan orang-orang seperti saya. Saya tahu dia adalah sesuatu yang berbeda, ada sesuatu dari Kristus di dalam dirinya. Ada kebaikan, cinta, dan kedamaian."

    Dalam bukunya dia menuliskan ada sesuatu yang "sangat mengganggu" tentang MacFadden : ada "kebaikan yang tidak dapat dijelaskan terpancar dari matanya –mata yang tidak mengatakan kepada saya bahwa saya tidak manusiawi atau segala penilaian yang sudah biasa saya terima dan pantas saya dapatkan."

    Momen itu menjadi sebuah terobosan yang signifikan. Tapi perjalanan keluar dari kegelapan ke terang tidaklah mulus. Dia masih sangat mudah untuk hancur, dan dia masih berada ditempat terburuk yang bisa dibayangkan bagi seorang murid baru, dikelilingi banyak godaan untuk kembali ke jalannya yang kejam. Dia menulis tentang serangan brutal pada temannya, yang membuat dia merasa harus balas dendam. "Semua yang ada pada diri saya mengatakan bahwa saya harus membela teman saya– tetapi saya tahu Kristus menawarkan cara hidup yang berbeda" kenangnya. "Itu antara pengampunan dan kebencian– pertempuran akan dua hal itu sangat sulit."

    Baca juga: Yesus Mengejar Wanita Muslim Ini Selama 7 Tahun


    Dia menuliskan dengan sangat mengharukan saat dia menjadi yakin bahwa Tuhan telah mengampuni dan membebaskannya: "Kekuatan yang tidak dapat disangkal telah memasuki hidup saya dan dengan itu keyakinan dan kepercayaan yang besar akan belas kasihan Allah. Keraguan gelap tidak lagi dapat menyentuhku."

    Sebagai seorang Katolik dia terinspirasi oleh kisah seorang suci, Louis-Marie de Montfort (lahir 1673). Dia memiliki pengabdian yang penuh semangat terhadap orang miskin dan sakit, dan menjalani kehidupan penghematan total dan komitmen. Seperti Gielty melihat kehidupan sebelumnya, sekarang "Saya didorong oleh pencarian yang aneh untuk keberanian." St Louis-Marie membantu saya melihat kisah itu dan keberanian itu dengan cara yang sangat berbeda.

    "Saya bahkan ingin bergabung dengan The French Foreign Legion – itu adalah daya tarik identitas baru dan masa lalu yang terlupakan."

    "Tetapi St Louis-Marie menunjukkan keberanian untuk Tuhan dalam melawan musuh– itu nyata, itu adalah ujian terakhir. Itu adalah keberanian sejati. Saya mulai melihat bahwa kode yang saya jalani adalah omong kosong."

    Pada pembebasannya dari penjara, Anthony bergabung dengan Ordo Katolik yang ketat. Dia merasa tidak cocok dan berakhir di sebuah perguruan tinggi theologi penginjilan – International Christian College di Glasgow. Dia menggambarkan itu seperti "pulang ke rumah". "Saya sepertinya dikelilingi oleh orang-orang yang bergairah tentang Injil dan menjangkau orang lain dengan pesan keselamatan." Sementara disana dia bertemu dengan istrinya Anna, yang dengannya dia sekarang memiliki dua orang anak. Dia bekerja dengan organisasi The Heaven di Kilmacolm, Inverclyde, dengan orang-orang keluar dari budaya geng dan orang-orang dengan masalah narkoba dan alkohol. Dia seorang mentor di penjara, pergi ke balik jeruji besi untuk membantu orang-orang yang kebutuhannya sangat dia kenal.

    Baca juga: Kisah Mantan Yakuza Yang Bertobat dan Menjadi Pendeta | Tatsuya Shindo


    Dia tidak melupakan kerusakan yang dia lakukan. Tetapi "Ketika saya melihat ke belakang, saya harus melakukannya melalui lensa salib" katanya. "Saya memiliki bayangan mengerikan dan kesedihan yang mendalam dan rasa malu– saya sering harus membawa itu semua kembali ke salib. Tetapi saya bersyukur kepada Kristus."

    Dan sekarang? "Saya sangat bahagia, saya sangat dekat dengan dua putra saya dan saya sangat bersyukur atas hidup saya. Bahkan untuk mengetahui bahwa hidup itu memiliki makna."

    "Semuanya diisi dengan harapan, bukan dengan keputusasaan."

    (Sumber: Beliversportal)

    Belum ada Komentar untuk ""Keluar dari Kegelapan": Bagaimana Tuhan Mengubah Penjahat Skotlandia yang Kejam"

    Posting Komentar

    Iklan Atas Artikel


    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel