Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Doakan Pastor Tun, Diculik di Daerah Konflik Rohingya, Sampai Sekarang Masih Hilang


Pada 19 Januari, lima orang memaksa Pastor Tun N. dari rumahnya dengan todongan senjata. Pendeta ini telah melayani di Negara Bagian Rakhine, Myanmar dengan salah satu mitra lapangan GFA. Para penculik memberi tahu Pastor Tun bahwa pemimpin mereka, yang merupakan bagian dari pasukan bawah tanah, ingin menanyainya.


Meskipun polisi, tentara pemerintah, istrinya dan orang-orang percaya di gerejanya telah berusaha mencari namun sang pendeta belum juga ditemukan.

Baca juga: Diculik oleh Teroris di Uganda, Anak-anak Ini Ditemukan Setelah 3 Tahun

Istri dan tiga anak Pastor Tun sangat terkejut selama masa sulit ini. Koresponden lapangan yang didukung GFA tidak dapat menjangkau keluarga karena diberlakukan jam malam di wilayah Myanmar ini.

Baca juga: Rekaman Suara Leah Sharibu Meminta Bantuan: Memberi Harapan

Pastor Tun adalah orang yang berpengaruh di komunitasnya di mana dia telah setia melayani Tuhan dan melayani kasih Allah kepada keluarga. Dia memuridkan dua belas persekutuan orang percaya.

Sejak penculikannya, banyak orang percaya di seluruh wilayah ini telah berdoa syafaat terus menerus selama hampir seminggu.

Negara bagian Rakhine telah dikenal karena eksodus massal orang-orang Rohingya, yang telah menderita kekerasan ekstrem dan disebut sebagai "kampanye pembersihan etnis berskala besar." Sementara Pastor Tun melayani dalam kondisi ini. Hingga saat ini belum diketahui motif penculikannya.

Baca juga: Sudah Setahun, Pendeta Malaysia Diculik di Siang Bolong, Sang Istri Memohon Pembebasannya

Bergabunglah bersama kami dalam doa untuk Pastor Tun:

  • Berdoalah untuk perlindungan Tuhan atas keselamatannya.
  • Berdoalah agar Pastor Tun segera ditemukan.
  • Berdoalah agar hati para penculik berubah dan mereka akan membebaskannya.
  • Pemeliharaan Tuhan pada keluarga Pastor Tun dan anggota gereja saat ini.
(Gospel for Asia)

Posting Komentar untuk "Doakan Pastor Tun, Diculik di Daerah Konflik Rohingya, Sampai Sekarang Masih Hilang"