Recent Posts

    Diculik oleh Teroris di Uganda, Anak-anak Ini Ditemukan Setelah 3 Tahun


    Tiga anak yang diculik pada tahun 2015 di Uganda Timur telah ditemukan pada bulan Mei yang lalu, dengan kondisi kurang gizi dan menunjukkan tanda-tanda telah diindoktrinasi, kata para kerabat.

    Seandainya anak-anak ini tidak melarikan diri, mereka mungkin telah dipaksa menjadi kelompok teroris, kata ayah mereka, Badiru Madengho, kepada Morning Star News.


    "Tampaknya orang yang membawa anak-anak saya memiliki niat untuk mengislamkan mereka dan juga ingin mereka bergabung dengan kelompok teroris," kata Madengho, seorang Kristen yang berpindah agama dari Islam. “Bersyukur kepada Tuhan karena telah menyelamatkan anak-anak saya dengan cara yang ajaib. Meskipun anak-anak tampak menyedihkan, sakit-sakitan dan bingung, sekarang dengan konseling mereka akan dipulihkan kembali. Tuhan yang menyelamatkan mereka mampu mengembalikan mereka kembali ke pikiran yang baik dan sehat.”

    Baca juga: Sudah Setahun, Pendeta Malaysia Diculik di Siang Bolong, Sang Istri Memohon Pembebasannya

    Dua anak laki-lakinya - Musitafa Waguti, sekarang 12 tahun, dan Amuza Gessa, sekarang 10 tahun - bersama dengan saudara perempuan mereka yang sekarang berusia 7 tahun, Shakira Nabukwasi, diculik di dekat rumah mereka di desa Kabuna 2 di Kabupaten Budaka pada 9 Desember 2015.

    Ayah mereka menduga kuat bahwa kelompok jihadislah yang telah menculik ketiga anaknya setelah mereka mendatanginya tetapi hanya menemukan anak-anak, yang berusia 10, 7 dan 5 tahun pada saat itu.

    Ketiga anak itu berhasil melarikan diri pada 5 Mei. Namun, mereka tidak tahu identitas penculik.

    Musitafa mengatakan kepada Morning Star News bahwa mereka dibawa ke tempat yang tidak mereka ketahui. Anak-anak itu mengatakan seorang wanita tua bernama Sawuya merawat mereka hampir setiap saat.


    “Setiap hari kami diajarkan Alquran, dan pada beberapa kesempatan kami kekurangan makanan” kata Musitafa. “Setelah dua tahun, orang yang merawat kami memberi tahu kami bahwa dia berencana untuk membawa kami ke luar Uganda, dan ini membuat kami takut, sehingga setelah makan siang sementara sendirian, kami berhasil melarikan diri dari rumah itu tanpa mengetahui ke mana kami harus pergi"

    Baca juga: Gara-Gara Berpindah Iman, Guru Agama Ini Diserang Secara Brutal dan Harus Kehilangan Keluarganya

    Seorang paman, Kabala Marijaan, yang tinggal 80 kilometer (hampir 50 mil) dari Madengho di desa Kadoto, Sub-Wilayah Bulangira di Distrik Kibuku, menemukan mereka berkeliaran di jalan-jalan desanya pada hari yang sama.

    Awalnya Marijaan tidak mengenali mereka karena kondisi mereka yang kurang gizi. Namun, setelah menanyai mereka tentang tempat kelahiran dan keluarga mereka, dia baru menyadari bahwa dia adalah paman mereka. Marijaan segera mulai berusaha menghubungi orangtua mereka, yang memakan waktu sekitar dua minggu, karena dia tidak memiliki nomor telepon ayah mereka yang terbaru.

    Madengho mendapatkan kembali anak-anaknya di rumah Marijaan pada 22 Mei. Dia dan istrinya diliputi sukacita karena bisa kembali bertemu mereka.

    Baca juga: Ibunda Gadis yang Diculik Boko Haram: "Jangan Bosan Berdoa Untuknya"

    "Sudah cukup lama mencari anak-anak saya - saya sudah menyerah," kata Madengho kepada Morning Star News. “Iman saya kepada Tuhan telah berkurang, tetapi syukur kepada Tuhan karena mendukung anak-anak saya. Saya sangat berterima kasih kepada semua orang Kristen yang terus menerus berdoa bagi kami dan anak-anak. ”

    Pada saat penculikan itu, sumber daerah mengatakan seorang bocah lelaki berusia 14 tahun, Karami Hassan Kabuna, yang bersama tiga anak Madengho ketika mereka diculik, melaporkan bahwa sekelompok Muslim dari Palissa datang mencari Madengho karena ia adalah seorang orang yang baru masuk dari Islam. Karena tidak dapat menemukannya, akhirnya, mereka mengambil anak-anaknya sebagai gantinya.

    Madengho mengatakan bahwa selain penyuluhan, anak-anak membutuhkan obat-obatan, pakaian dan biaya sekolah.


    Konstitusi Uganda dan undang-undang lainnya menyediakan kebebasan beragama, termasuk hak untuk menyebarkan iman seseorang dan beralih dari satu agama ke agama lain.

    Muslim membentuk tidak lebih dari 12 persen penduduk Uganda, dengan banyak terkonsentrasi di bagian timur negara itu.

    (Sumber: Morning Star News)

    Belum ada Komentar untuk "Diculik oleh Teroris di Uganda, Anak-anak Ini Ditemukan Setelah 3 Tahun"

    Posting Komentar

    Iklan Atas Artikel


    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel