Recent Posts

    Kisah Reena: Dibully Teman-Temannya, Disekap Ekstremis, Disentuh oleh Tuhan


    India dan Asia Selatan merupakan wilayah yang paling terkenal di dunia dalam perdagangan seks, sehingga menjadikannya sebagai tempat yang sangat berbahaya bagi para wanita. Para ahli memperkirakan bahwa jutaan wanita dan anak-anak adalah korban perdagangan seks di India, dan yang paling rentan adalah mereka yang berasal dari strata yang paling tidak beruntung - termasuk kelompok agama minoritas. Sebagai kelompok yang sudah kehilangan haknya dari masyarakat Hindu, wanita dan gadis Kristen di India sering menjadi sasaran penganiayaan yang diekspresikan dengan cara yang tak terpikirkan.

    Reena yang berusia 19 tahun tidak pernah tahu hal lain selain penganiayaan yang merupakan bagian dari menjadi seorang Kristen di negara berpenduduk terbanyak kedua di dunia ini. Orangtuanya menjadi percaya ketika dia masih sangat muda.


    "Tidak ada yang ingin bermain dengan saya karena mereka orang Hindu dan saya bukan," kenangnya. "Ketika saya tidak ambil bagian dalam ritual mereka, mereka akan memarahi saya. Seusai sekolah, saya langsung pulang dan menghibur diri."

    Dia juga ingat bagaimana orang tuanya dilarang untuk mengambil air dari sumur desa: "Mereka harus berjalan beberapa kilometer (sekitar satu mil) untuk mendapatkan air dari sungai."

    Tetapi Reena tidak menyimpan kemarahan atau kebencian terhadap penduduk desa yang telah menyebabkan dia begitu menderita, baik dulu maupun sekarang.

    "Orang tua saya menjelaskan bahwa penganiayaan akan datang ketika engkau adalah Kristen. Dan saya tidak cemburu pada orang Hindu karena Yesus memberi saya sukacita dari dalam."

    Sebagai seorang remaja, Reena pergi ke sekolah di sebuah desa yang berbeda dan tinggal di sebuah hostel teruna (seperti kebiasaan bagi gadis-gadis muda di India), bebas dari penganiayaan. Tetapi ketika uang keluarga habis, Reena tidak dapat melanjutkan sekolah dan terpaksa pergi bekerja. Ia mengajar di sekolah.

    Penganiayaan dalam bentuk diskriminasi dan eksploitasi kembali muncul.

    Awalnya Reena dijanjikan akan menerima gaji 1.500 rupee per bulan ($23,13), namun dia hanya menerima 500 rupee ($7,71) untuk dua bulan pertama di tempat kerja. Pada satu titik, mereka berhenti membayarnya sama sekali. Enam bulan kemudian, dia berhenti dari pekerjaan dan mendapatkan pekerjaan mengajar di tempat lain beberapa hari kemudian. Kepala sekolah mengundang Reena ke pertemuan guru di mana dia ditawarkan beberapa manisan India.

    "Saya tidak ingat apa pun setelah itu," kata Reena dengan tenang.

    Dibius dan Disekap Selama 10 Hari

    Sepuluh hari berikutnya adalah buram. Reena mengatakan dia tidak sadarkan diri. Apa yang terjadi padanya begitu mengerikan sehingga dia tidak ingin berbagi tentang hari-harinya yang hilang. Dia mungkin salah satu dari jutaan gadis di India yang diculik dan diperdagangkan setiap tahun.

    Pada satu titik, Reena menelepon orangtuanya dan mengatakan kepada mereka bahwa dia ditahan "di tempat yang mengerikan."


    Orangtuanya dengan cepat memberi tahu polisi, yang tidak bertindak selama tiga hari. Baru kemudian petugas polisi yang lebih tinggi memberi perintah untuk menangkap kepala sekolah dan semua stafnya. Akhirnya semua dibebaskan.

    Reena berbagi tentang rantai kejadian yang menyebabkan dia kembali. Pertama dia ingat dia bangun di dalam sebuah mobil kereta yang dikelilingi oleh beberapa gadis remaja.

    “Mereka berkata, mereka akan membantu saya dan meminta saya untuk ikut dengan mereka,” kata Reena.

    Dia hampir tidak bisa berjalan, tapi untungnya, Reena berhasil bangkit dan pergi. Para gadis mengikutinya.

    "Saya mengatakan kepada mereka untuk pergi atau saya akan memanggil polisi," katanya. “Kemudian mereka meninggalkan saya sendiri. Saya masih berpikir mereka ada hubungannya dengan penculikan saya.”

    Merasa Sangat Depresi

    Di stasiun kereta api, gadis muda itu, dalam kondisi masih terguncang, mendongak dan melihat nama stasiun itu. Dia menyadari di mana dia berada, 14 jam jauhnya dari desanya. Dia ingat, dia melihat petugas polisi tetapi terlalu lemah untuk berjalan ke arah mereka. Di sakunya ada beberapa koin rupee. Dia menggunakannya untuk menelepon seorang teman yang dia kenal di kota, yang dengan cepat datang menjemputnya.

    "Aku sangat bingung," ingat Reena. "Saya memintanya dan orang tuanya untuk tidak menelpon orang tua saya."

    Setelah beberapa hari, Reena naik kereta dan kembali ke rumah di mana orang tuanya bertemu dengannya dan segera membawanya ke rumah sakit. Perlahan-lahan, dia mulai menyadari apa yang telah terjadi padanya.

    “Saya memiliki semua pertanyaan ini. Kenapa ini terjadi? Dan mengapa penduduk desa menargetkan saya dari semua orang? ”

    Seperti yang sering terjadi dengan korban eksploitasi dan pelecehan seksual, Reena mengalami depresi yang teramat sangat. Dia tidak melihat alasannya untuk hidup lagi. Gadis muda ini "hancur".

    Reena terus berbicara kepada Tuhan yang dia kenal, berdoa dengan doa yang jujur: "Tuhan, saya mengenal Engkau. Namun, mengapa ini terjadi padaku?"

    Cahaya yang Menerobos

    Reena menceritakan bahwa kemudian dia menghadiri kebaktian gereja Kristen - apa yang akan menjadi titik balik penting dalam kehidupan gadis muda itu. Saat pendeta berdoa, Reena mengatakan dia mulai merasakan bahwa sakit fisiknya dan juga depresinya tiba-tiba terangkat. Cahaya menerobos.

    “Saya benar-benar tersentuh oleh Tuhan,” dia berbagi. “Ketika saya pulang, saya sangat gembira dan berbagi apa yang terjadi dengan teman-teman Hindu saya. Saya ingin mereka datang ke kebaktian gereja yang serupa dan juga mengalami kuasa penyembuhan Tuhan dalam hidup mereka.”

    Firman Tuhan menjadi sauh yang benar dan dorongan untuknya, terutama Mazmur, khususnya Mazmur 25:4-5: “Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan , tunjukkanlah itu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.”

    Dan juga Wahyu 3:20: "Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.”

    “Saya menyadari bahwa jika saya membuka pintu hati saya, maka Yesus akan datang dan makan bersama saya,” kata gadis muda itu, menunjukkan kebijaksanaan dan kekuatan di luar usianya. "Jadi saya menyerah kepada-Nya. Saya jadi tahu bahwa Setanlah yang ingin menghancurkan hidup saya, tetapi Tuhan mengasihi saya."

    Menatap ke Masa Depan

    “Masa depan saya sangat cerah. Saya akan membagikan Injil kepada orang yang tidak percaya. Saya berharap tidak akan banyak masalah lagi.”

    Sayangnya, kenyataan lebih kuat dari itu. Reena tinggal di luar desa bersama saudara laki-lakinya, yang datang bersamanya untuk wawancara ini. Dia kembali ke sekolah pada hari kerja. Tetapi ketika dia mengunjungi orang tuanya, dia tetap di rumah.

    "Kepala sekolah mengatakan bahwa dia dalam kesulitan karena dia," kata kakaknya. "Dia ingin membalas dendam dan mungkin menyakitinya lagi."

    Melalui jaringan mitra kami, Open Doors mampu memberikan dorongan dan bantuan medis untuk Reena — juga kepada 12.500 orang percaya lainnya di India.


    Kata Reena: “Saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang mendukung saya melalui doa, baik bantuan keuangan maupun berdiri bersama saya dalam semua perjuangan saya dan apa pun yang saya lalui. Itu semua karena bantuan Anda sehingga saya menjadi orang yang telah pulih hari ini.”

    (Sumber: Opendoors)

    Belum ada Komentar untuk "Kisah Reena: Dibully Teman-Temannya, Disekap Ekstremis, Disentuh oleh Tuhan"

    Posting Komentar

    Iklan Atas Artikel


    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel