Recent Posts

    Pendeta Afrika Ini Menggunakan Kuasa Jahat Untuk Menumbuhkan Gerejanya dan Melakukan Mukjizat


    Pendeta Afrika Selatan, Makhado Sinthumule mengaku telah menggunakan muthi (ramuan herbal yang dipakai untuk pengobatan ataupun perdukunan di masyarakat Zulu) untuk menumbuhkan gerejanya dan melakukan mukjizat.

    Makhado Sinthumule memiliki suatu cita-cita yang mulia, yaitu menjadi pendeta dengan sebuah gereja yang besar.


    Jadi, setelah mempelajari teologi selama empat tahun, dia melakukan suatu perjalanan ke Afrika Barat untuk mendapatkan kekuatan dari muthi.

    Membuat Orang Muntah Ular

    Pria 36 tahun, yang berasal dari Tshwane ini, mengatakan kepada Daily Sun bahwa belajar tentang muthi memungkinkannya ia mengumpulkan pengikut yang besar dan menjadi kaya.

    Baca juga: Seorang Pendeta Meksiko Dibunuh, Sembilan Tahun Setelah Pembunuhan Putranya

    "Setelah saya pertama kali membuka gereja saya, saya melihat hal itu tidak berkembang dan saya pun memutuskan untuk bergabung dengan pendeta-pendeta yang bisa menyarankan saya bagaimana mendapatkan jemaat yang besar," katanya.

    "Pendeta-pendeta ini berasal dari negara-negara Afrika lainnya dan mereka mengatakan kepada saya bahwa saya harus pergi ke lima negara berbeda di Afrika Barat untuk mendapatkan kuasa."


    Baca juga: Dulu Anggap Tuhan Sebagai "Jin", Keponakan Benny Hinn Buka-Bukaan Soal Injil Kemakmuran

    Makhado, yang lebih dikenal sebagai Pastor Khatha Khatha, mengatakan kepada Daily Sun bahwa kuasanya memungkinkan dia untuk memanipulasi orang-orang dari Tuhan.

    "Saya memiliki kuasa untuk melakukan nubuat dan dapat melihat rahasia orang dan melayani konsultasi. Saya menggunakan kuasa jahat itu untuk membuat orang melakukan hal-hal seperti muntah ular," katanya.

    "Saya sedang terburu-buru menghasilkan uang dan ingin melihat gereja saya tumbuh. Inilah yang membuat saya melakukan hal buruk. Cara terbaik untuk mendapatkan lebih banyak pengikut adalah melakukan mukjizat."

    Bertobat

    Meski kekuatannya membawa kekayaan dan gaya hidup yang mewah, tak satu pun darinya yang membuat Makhado bahagia.

    "Saya merasa bersalah berhari-hari. Saya akhirnya mengajak orang untuk berdoa bagi saya dan pergi untuk konseling," katanya.


    Makhado mengatakan bahwa dia telah mengubah jalannya dan semua ini telah mengajarkan kepadanya tentang pentingnya kesaksian yang benar.

    "Saya mengakui kepada gereja. Sekarang saya adalah orang yang baru dan saya dapat secara terbuka mengatakan kepada pengikut saya apa yang telah saya lakukan," katanya.

    "Saya mengatakan kepada jemaat bagaimana saya membodohi mereka atas nama Tuhan, tapi di balik pintu tertutup saya menghadapi kejahatan."

    Dia mengatakan bahwa dia memutuskan untuk melakukan perjalanan keliling Afrika Selatan untuk mencegah orang lain mengikuti jalannya. Pada hari Jumat dia berbicara di Boipatong, Vaal, setelah diundang oleh program Murendene, yang berurusan dengan pelaku kejahatan berbasis gereja.

    Baca juga: Seorang Pendeta India Ditemukan Tewas dengan Kondisi Terpenggal

    Dia mengatakan kepada penduduk: "Banyak orang berpikir bahwa cerita seperti saya hanyalah teori konspirasi, tapi kenyataannya adalah bahwa perbuatan jahat memang ada dan banyak yang tinggal bersama mereka setiap hari hanya untuk kekayaan."


    "Saya adalah seorang pendeta yang baik ketika saya memulai gereja saya, namun tantangan muncul dan saya mulai merasa bahwa saya menyia-nyiakan waktuku."

    "Kesalahan saya adalah bersekutu dengan pendeta-pendeta yang menjalankan gereja-gereja besar saat mereka mengenalkan saya pada hal-hal jahat ini."

    "Sekarang saya adalah orang yang telah berubah, saya memberitakan kebenaran dan tidak ada yang lain kecuali kebenaran. Saya belajar bahwa menjadi kaya melalui muthi itu jahat."

    (believersportal.com)

    Belum ada Komentar untuk "Pendeta Afrika Ini Menggunakan Kuasa Jahat Untuk Menumbuhkan Gerejanya dan Melakukan Mukjizat"

    Posting Komentar

    Iklan Atas Artikel


    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel