Recent Posts

    Bagaimana Organisasi Kristen Membantu Pelarian Seorang Pembelot dari Korea Utara


    Korea Utara adalah salah satu negara yang paling kejam terhadap umat Kristen. Orang-orang Kristen tidak memiliki kebebasan untuk mempraktekkan iman mereka atau bahkan membicarakannya secara terbuka dengan anggota keluarga mereka. Sekolah adalah tempat indoktrinasi, di mana anak-anak diajarkan untuk menyembah keluarga Kim. Banyak orang Kristen mempraktikkan iman mereka dalam keheningan karena jika terbukti bersalah karena tidak tunduk pada mandat keluarga Kim, seluruh keluarga disiksa dan dipenjara.

    Mereka yang mencoba melarikan diri biasanya melakukannya melewati China. Jika mereka tertangkap di China, mereka akan menghadapi eksekusi, pemenjaraan, atau deportasi, karena China memiliki suatu kebijakan memulangkan setiap pembelot (pengungsi) yang memasuki wilayahnya. Orang-orang yang dideportasi kembali ke Korea Utara dikirim ke kamp konsentrasi untuk disiksa dan dieksekusi. Para pembelot yang telah mampu melarikan diri mengatakan bahwa ketika seseorang dideportasi kembali ke Korea Utara, pengalaman mereka jauh lebih buruk dan kematian adalah suatu kepastian


    Ada beberapa organisasi yang membantu para pembelot dari Korea Utara. Salah satunya adalah Justice for North Korea (JFNK) yang membantu pembelot sampai ke Korea Selatan melalui China. Organisasi tersebut mengelola tiga tempat penampungan di Korea Selatan untuk para pembelot yang tiba di rumah baru mereka. Mereka biasanya menyelamatkan 30 pembelot setiap tahun karena memerlukan waktu untuk merencanakan logistik dan ini bisa menjadi proses yang sangat lamban. Selain itu, biasanya dibutuhkan pembelot minimal lima tahun untuk menyelesaikannya karena mereka menyesuaikan diri dengan budaya dan sistem ekonomi baru.

    Pada tahun 2016, International Christian Concern (ICC) bermitra dengan JFNK untuk memberikan bantuan dengan sebagian biaya mereka untuk menyelamatkan orang-orang Kristen di negara ini. Baru-baru ini, organisasi tersebut membantu Sam, seorang anak laki-laki berusia 17 tahun dan mantan tentara di Korea Utara, melarikan diri dari negara tersebut. Anak laki-laki itu telah berada di tentara selama sebulan, tapi sudah pernah mendengar tentang Korea Selatan dan kebebasan yang ditawarkannya untuk warganya. Dia memiliki banyak pertanyaan dan keraguan tentang rezim di Korea Utara, jadi dia memutuskan untuk melarikan diri melalui China dalam usaha untuk mencapai kebebasan tersebut.

    Dia telah berhasil menyeberang ke Thailand, di mana dia saat ini sedang diselidiki oleh polisi dan Pusat Penahanan Imigrasi Bangkok. Sam mengungkapkan kepada polisi Thailand bahwa dia ingin pergi ke Korea Selatan. Oleh karena itu, Kedutaan Besar Republik Korea mengunjungi dan mewawancarainya dan Sam sekarang sedang dalam proses memasuki Korea Selatan. Dia diperkirakan akan tiba di Korea Selatan pada akhir bulan ini.

    Paul, perwakilan JFNK, merasa sangat senang dengan kedatangan Sam dan berharap bisa segera bertemu dengannya. "Kami akan merayakan kedatangannya di Republik Korea dan membicarakan rencana masa depannya. Yang terpenting, kami berdoa agar dia bisa mengerti dan mengukuhkan Injil dan menetap dengan baik dalam iman".


    Paul juga sangat bersyukur bahwa organisasinya mampu membantu pembelot pada tahap kehidupan mereka, terutama mereka yang mencari masa depan yang lebih cerah. Dia mengungkapkan rasa terima kasihnya untuk bergabung dengan ICC. "Terimakasih kepada Tuhan yang membantu menyelamatkan anak laki-laki ini dengan bantuan ICC".

    Sekali lagi, Tuhan menunjukkan belas kasihanNya dengan membantu korban seperti Sam melalui dukungan yang kita berikan, yang memiliki hati untuk dianiaya dan terus-menerus menyokong mereka.

    Mohon doakan Sam saat ia terus melakukan perjalanan ke Korea Selatan dan akan mengalami banyak perubahan. Mintalah Tuhan untuk memberi Sam ketajaman karena dia akan berada dalam budaya baru dan dengan peluang baru. Ingat juga untuk berdoa bagi orang Kristen yang masih tertindas di Korea Utara, agar Tuhan dapat menghibur mereka dan terus menginspirasi mereka.

    (Sumber:believersportal)

    Belum ada Komentar untuk "Bagaimana Organisasi Kristen Membantu Pelarian Seorang Pembelot dari Korea Utara"

    Posting Komentar

    Iklan Atas Artikel


    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel